#staituba#kampus#perguruantinggi#gugatan#sengekalahan

STAI Tuba Siap Pertahankan Lahan di Dalam Maupun Luar Pengadilan

( kata)
STAI Tuba Siap Pertahankan Lahan di Dalam Maupun Luar Pengadilan
Ketua STAI Tuba Abu Thalib Khalik. (Lampost.co/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tulangbawang, Abu Thalib Khalik menanggapi dingin gugatan Rp8,7 miliar kepada lembaga pendidikan yang ia pimpin di Pengadilan Negeri Tulangbawang.

Pihaknya mengaku siap menghadapi gugatan baik di pengadilan maupun di luar pengadilan untuk mempertahankan hak kuasa atas tanah hibah yang saat ini digunakan sebagai tempat belajar mengajar oleh ratusan mahasiswa STAI yang bernaung di bawah yayasan lembaga pendidikan Minak Kemala Bumi tersebut.

"Kami meyakini status tanah yang di jadikan lokasi pembangunan gedung STAI Tuba saat ini adalah sah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pendirian sebuah perguruan tinggi," kata Abu Thalib, saat di temui Lampost.co, di kantor STAI Tuba, Jalan Lintas Timur KM 19 Cahyou Randu Tulangbawang Barat, Selasa (2/10/2018).

"Kami pindah dari Poltekkes Menggala pada bulan Maret 2013, karena ada hibah tanah dari masyarakat yaitu saudara Arjuni bin Usman, orang sini dan masih disini saat ini. Berdasarkan surat hibah itulah kami mengajukan IMB yang di tandatangani oleh camat Pagardewa dan di setujui oleh Bupati Tulangbawang Barat, maka jadilah tempat ini dan kami tempati hingga saat ini," ujar dia lagi.

Terkait adanya gugatan dari Irfan Rinaldi atas nama ahli waris Samudji (Alm) selaku pemegang sertifikat SHM No. 129/1998 dan SHM No. 160/1998 di Pengadilan Negeri Tulangbawang dengan nomor perkara 27/Pdt.G/2018 di Pengadilan Negeri Tulangbawang, sejak 18 Juni 2018 dan kini telah memasuki sidang yang ketiga kalinya. Abu Thalib menjelaskan, bahwa dalam tuntutan, penggugat tidak hanya melakukan tuntutan kepada lembaganya saja, namun kepada sejumlah lembaga diantaranya Departemen Agama RI, dan pejabat daerah di dua kabupaten yakni Tulangbawang dan Tulangbawang barat.

"Jadi selain saya, ada 16 nama yang disebutkan dalam gugatan itu, dan kita percayakan kepada penasehat hukum kami termasuk Kementerian Agama juga memberikan kuasa kepada penasehat hukumnya," ujarnya.

Kepada Lampost.co Abu Thalib Khalik, mengatakan bahwa sejarah STAI Tulangbawang pada mulanya berkedudukan di gedung Poltekkes Menggala, menempati lahan seluas kurang lebih 1 hektare bekas Rumah Sakit Daerah Tulangbawang, hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Tulangbawang yang di tandatangani oleh bupati Tulangbawang kala itu Abdurrahman Sarbini pada tahun 2008, yang di berikan kepada panitia pendiri STAI Tulangbawang.

"Jadi pendirian STAI Tuba ini dari awal telah melibatkan pejabat daerah, bahkan saat tim asesor dari Dikti memeriksa kelengkapan administrasi kami didampingi oleh para pejabat itu, karena itulah kami yakin prosedur pendirian STAI Tuba ini tidak ada yang melanggar aturan hukum," kata Abu Thalib sambil menunjukan surat hibah.

Ahmad Sobirin

Berita Terkait

Komentar