#staituba#kampus#perguruantinggi#gugatan#sengekalahan

STAI Tuba Digugat Rp8,7 Miliar di Pengadilan Negeri Tulangbawang

( kata)
STAI Tuba Digugat Rp8,7 Miliar di Pengadilan Negeri Tulangbawang
Irfan Rinaldi atas nama kuasa penggugat lahan STAI Tuba, saat menyerahkan dokumen gugatan perkara di Pengadilan Negeri Tuba, kompleks perkantoran Pemkab Tulangbawang, Senin (1/10/2018). Lampost.co/Ahmad Sobirin

PANARAGAN (Lampost.co) -- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tulangbawang (Tuba) menjadi tergugat dengan nomor perkara 27/Pdt.G/2018 di Pengadilan Negeri Tulangbawang, sejak 18 Juni 2018 dan kini telah memasuki sidang yang ketiga kalinya.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Irfan Rinaldi selaku advokat pada lAW Firm Dr. Toyo Sumitro Asmita Kusuma warga Jalan Utan Kayu Utara, Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta timur, atas nama ahli waris Samudji (Alm) selaku pemegang sertifikat SHM No. 129/1998 dan SHM No. 160/1998  yang terletak di Desa Panca Karsa, Purnajaya yang saat ini telah di kuasai oleh lembaga STAI Tulangbawang yang beralamat di jalan lintas timur KM 19, Cahyo Randu, Kecamatan Pagardewa. Kabupaten Tulangbawang Barat.

"Lahan tersebut sekarang digunakan untuk pendirian STAI Tuba tanpa memberitahu dan terlebih dahulu mohon pencabutan kepada pemilik sertifikat ke BPN sebagaimana diatur dalam peraturan presiden nomor 165/2006 tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum," ujar Irfan saat di temui di gedung Pengadilan Negeri Tulangbawang, Senin (1/10/2018).

Dalam tuntutannya, penggugat membebani para tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp8.799.000.000 kepada penggugat secara tanggung renteng, mengembalikan lahan milik penggugat dalam keadaan kosong, serta membebani bunga kepada tergugat sebesar 16% per tahun. "Dan membayar ganti rugi atas keuntungan yang diharapkan yaitu 10% dari Rp3 miliar. Namun apabila nantinya Majelis Hakim berpendapat lainnya, kami mohon untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya," kata Irfan.

Sementara itu, Ketua STAI Tuba, Abu Thalib Kholik, mengaku pihaknya telah mengetahui adanya gugatan tersebut dan siap untuk mempertanggungjawabkan di hadapan Pengadilan, apapun keputusan hakim nantinya.

"Mereka menggugat kami ke Pengadilan, berarti mengajak untuk ke ranah hukum dan kami tidak akan mundur. Sebelumnya sempat pengacaranya minta adanya mediasi tapi tidak kami tanggapi karena sudah terlanjur ditangani penegak hukum maka lanjutkan," ujar Abu Thalib melalui sambungan gawainya.

Dalam gugatannya, selain kepada pihak STAI Tuba, penggugat juga menggugat beberapa nama pejabat dari Kementerian Agama, Departemen Dalam Negeri, Pemkab Tulangbawang Barat, anggota DPRD Tulangbawang Barat dan kantor Badan Pertanahan Nasional Tulangbawang, atas keterlibatannya dalam pembangunan gedung STAI Tuba di atas lahan yang di klaim milik penggugat.

Ahmad Sobirin

Berita Terkait

Komentar