#ebt#energi

Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

( kata)
Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, Indonesia berkomitmen untuk mengambil bagian dalam mengatasi perubahan iklim sebagaimana Perjanjian Paris. Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kapasitas sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Hal ini disampaikan acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies. Penandatangan MoU untuk mendorong transisi energi bersih di Indonesia, serta mempromosikan ekonomi biru dan konservasi laut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini juga salah satu bentuk dukungan Bloomberg Philanthropies melalui PT SMI untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan dalam platform pendanaan SDG Indonesia One (SIO), khususnya dalam transisi energi bersih dan mengurangi perubahan iklim.

"Melalui platform SDG Indonesia One, kemitraan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kedua belah pihak dengan menciptakan inovasi dan program kolaboratif yang dapat mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk memerangi perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis, 16 September 2021.

Ia menambahkan, perubahan iklim merupakan ancaman bagi seluruh umat manusia dan keberlangsungan kehidupan sehingga peran negara menjadi sangat penting. Indonesia mengadopsi arah kebijakan yang menjadi prioritas nasional terkait lingkungan dan perubahan iklim yang terdiri dari peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan ketahanan bencana dan iklim, serta mengadopsi program pembangunan rendah karbon.

Bagi Indonesia, kerja sama dengan mitra lembaga internasional merupakan suatu yang diperlukan. Hal ini tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga untuk pertukaran pengetahuan, akses teknologi, dan menerjemahkan ide dan program terkait penanganan perubahan iklim menjadi kenyataan.

Dalam perannya sebagai Co-Chair dari the Coalition of Finance Ministers for Climate Action, Sri Mulyani bersama menteri keuangan lain dari lebih 62 negara bertukar pandangan tentang bagaimana memobilisasi pendanaan untuk semua negara. Hal ini termasuk pengambilan kebijakan dan sumber pembiayaannya.

"Ini bertujuan memberikan kontribusi dalam pengurangan emisi CO2 melalui tanggung jawab bersama. Kami juga perlu bertukar pengalaman kebijakan, pengerjaan proyek dan bagaimana kita harus bisa secara kreatif membiayai banyak proyek yang dapat mengubah perekonomian," pungkasnya.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar