#ekonomi#srimulyani

Sri Mulyani: Risiko Pelemahan Ekonomi Bisa Datang Kembali

( kata)
Sri Mulyani: Risiko Pelemahan Ekonomi Bisa Datang Kembali
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pandemi masih menjadi penyebab atas ketidakpastian pemulihan ekonomi. Pasalnya, lonjakan kasus positif covid-19 kembali terjadi di berbagai negara ketika ekonomi global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

"Lonjakan kasus covid-19 di India yang begitu dramatis dan menjalar ke berbagai belahan dunia tetap menimbulkan bayangan ketidakpastian dan risiko pelemahan ekonomi global datang kembali," kata dia dalam rapat paripurna DPR RI, di Jakarta, Kamis, 20 Mei 2021.

Meski demikian, pasar keuangan global saat ini cenderung stabil yang tercermin dari penurunan indeks volatilitas di pasar saham dan pasar obligasi global. Menurut dia, aliran modal ke emerging market terus menunjukkan tren positif.

Namun, proyeksi kenaikan inflasi yang meningkat di Amerika Serikat (AS) berpotensi mengancam momentum pemulihan ekonomi negara Paman Sam tersebut apabila diikuti dengan pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.

"Ini dapat menciptakan efek rambatan (spillover), volatilitas dan ketidakpastian di sektor keuangan, serta dinamika arus modal global seperti saat terjadinya taper tantrum," ungkapnya.

 Sementara itu di sektor riil, indikator PMI Manufaktur Global di April 2021 mencapai 55,8. Hal itu merupakan angka tertinggi sejak April 2010. Kemudian indikator Baltic Dry Index yang menunjukkan aktivitas perdagangan global juga mencapai level tertinggi sejak Agustus 2019.

 "Harga komoditas global, yang merupakan indikator penting bagi APBN, terus menunjukkan tren kenaikan, bahkan lebih tinggi dari level sebelum pandemi. Namun, harus diwaspadai ketidakpastian tetap membayangi harga komoditas dalam jangka menengah," pungkas dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar