keuangannegarasrimulyani

Sri Mulyani Dongkol Banyak Pejabat Menodong Duit

( kata)
Sri Mulyani Dongkol Banyak Pejabat Menodong Duit
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum di Kampus UI, Depok, Rabu, 27 November 2019.MI/Andri.


Depok (Lampost.co): Menteri Keuangan Sri Mulyani dongkol dengan sikap banyak pejabat. Mereka hanya gemar menodong uang saat bertemu dengan dirinya.

Menurut Sri Mulyani, seolah-olah semua tentang duit. Di mana dan kapan saja. Dia mencontohkan, saat menjenguk bayi di rumah sakit pun dirinya masih ditodong.

"Direktur RS-nya datang, mereka bilang anggaran BPJS belum bayar utang, 'fasilitas kesehatannya dilengkapi dong bu'. Yah, itulah menkeu, makanya menkeu harusnya di kamar saja," seloroh Sri Mulyani disambut tawa mahasiswa kuliah umum Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Rabu, 27 November 2019.

Sebagai Menkeu, Sri Mulyani mengaku sudah sangat akrab dengan kata 'penting'. Dia mengatakan, banyak pihak mengklaim kebutuhannya penting sehingga meminta diutamakan.

"Ada yang minta senjata kita bagus. Polisi minta gajinya dinaikkan. Yeah, everybody says penting," kata Sri Mulyani.

Padahal, tambah Sri Mulyani, "Semua hal penting, sosial penting, kesehatan penting, apalagi ada Mas Nadiem sekarang, penting banget. PUPR penting, Pak Prabowo penting banget, jadi semua orang itu bilang penting. Kalau saya sudah tidak terlalu sensitif lagi dengan kata penting, karena semua penting".

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, sebagai Menkeu dirinya harus menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal. Apalagi, ada banyak tujuan politik yang dimasukkan ke dalam instrumen fiskal.

"Contohnya apa yang dilakukan pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas SDM, itu merupakan political commitment, salah satunya melalui pendidikan. Makanya itu masuk konstitusi bahwa 20 persen APBN harus ada untuk pendidikan," pungkasnya.

sjaichul anwar







Berita Terkait



Komentar