#beritalampung#beritalampungterkini#kriminal#curanmor#kriminal#kriminalitas#spesialiscuranmor

Spesialis Curanmor Hamburkan Uang Hasil Kejahatan untuk Berfoya-foya

( kata)
Spesialis Curanmor Hamburkan Uang Hasil Kejahatan untuk Berfoya-foya
Para pelaku kejahatan diamankan Polresta Bandar Lampung di Mapolresta setempat, Rabu, 28 September 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelarian spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Johan Andrian alias JA (19) , warga Sekampungudik, Lampung Timur, terhenti setelah polisi memberinya timah panas.Tersangka telah beraksi di puluhan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mengatakan tersangka JA cukup lincah dalam beraksi. Sebab, berdasarkan data sudah beraksi 13 kali di Bandar Lampung dan 11 kali di Metro.

Baca juga: Terdakwa Kasus KDRT Divonis Delapan Bulan Penjara 

"Kami amankan beberapa waktu lalu di kediamannya. Saat itu dia mencoba melawan hingga akhirnya kami beri tindakan tegas dan terukur," katanya, Rabu, 28 September 2022.

Pelaku beraksi bersama rekannya dengan berkeliling Bandar Lampung. Ketika melihat sepeda motor yang terparkir langsung disikat dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci leter T.

Pengakuan JA, belajar menjadi curanmor sejak umur 17 tahun dengan tugas awal sebagai joki. "Saya awalnya di atas motor, kawan saya yang metik setelah berhasil kami kabur," ujarnya.

Setelah beberapa kali mengambil sepeda motor yang diincar, ia langsung beralih menjadi eksekusi motor menggunakan kunci leter T. Namun, dia tepergok saat melakukan pencurian di Bandar Lampung pada 2017 dan harus mendekam di penjara.

"Keluar pada 2019. Karena biaya hidup yang tinggi saya kembali terjun menjadi curanmor pada awal 2022," katanya.

Dia mengaku uang yang didapat dari menjual sepeda motor hasil curian untuk berfoya-foya, seperti bermain judi online hingga prostitusi online. “Uangnya buat foya-foya judi online, open BO, dan lainnya tapi enggak pernah narkoba," ujarnya.

Setelah mendapat motor, dia menjualnya di media sosial dengan harga sekitar dua  sampai empat juta rupiah satu unitnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sebelummya, Polresta Bandar Lampung meringkus 12 pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dan seorang penadah hasil curian selama periode September 2022. Petugas turut mengamankan 14 unit motor hasil curian.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto menyatakan berdasar data laporan polisi dari 15 kasus, 13 pelaku rata-rata berasal dari Lampung Timur. "Para pelaku tersebut diamankan telah melakukan tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung," ujarnya, Rabu, 28 September 2022.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar