SPDBEdwardSyahPernongbudayalampung

SPDB Edward Syah Pernong Ninggam Pudak ke Saibatin Marga Dantaran

( kata)
SPDB Edward Syah Pernong <i>Ninggam Pudak</i> ke Saibatin Marga Dantaran
Pangeran Edward Syah Pernong (dua dari kiri) menurunkan pusaka saibatin marga dantaran kepada putra mahkota, Ahmad Fajirin (kanan) gelar Pangeran Naga Bringsang V disaksikan empat saibatin marga Way Handak.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bkhak Kepaksian Pernong ninggam pudak atau silaturahmi ke Saibatin Marga Dantaran way Handak. Dalam pertemuan itu, Pangeran Edward yang juga mantan kapolda Lampung meminta untuk terus menjaga adat budaya yang telah diwariskan nenek moyang.

"Bukan hanya menjaga adat budaya tetapi harus mengamalkannya juga dalam kehidupan. Harus saling mengayomi satu sama lain harus Seangkonan, Sehangguman, setawitan, Mak secadangan (tidak saling menyakiti)," ujar Pangeran Edward seperti yang disampaikan Panglima Alif Jaya.

Panglima Alif menambahkan, dalam pertemuan tersebut SPDB juga menyampaikan terkait tahta atau kedudukan di Saibatin Marga Dantaran. "Pangeran Naga Bringsang Marga Dantaran IV ini kan meninggal, beliau ada putra mahkotanya. Anak tertua laki-laki itulah sekarang menjadi pangeran muda. Ia berperan sebagai kepala di marga untuk meneruskan pemerintahan adat di Marga Dantaran," tambahnya.

Selain itu, lanjut Panglima Alif, SPDB memberi saran bahwa saudara yang lain harus membimbing dan memberi petunjuk kepada putra mahkota Marga Dantaran karena masih muda.

"Karena masih muda, saran beliau (Pangeran Edward Syah Pernong, red) mohon petunjuk, mohon dibimbing kepada ayah-ayahnya, saudara-saudaranya empat Saibatin yang ada di Lampung Selatan. Begitu juga dengan kami, panglima diamanatkan ikut membimbing pangeran di Marga Dantaran karena masih muda," ungkapnya.

Untuk diketahui Saibatin Marga Dantaran, Zainal Abidin bin A. Wahab gelar Pengeran Naga Bringsang IV lahir di Bandar Lampung pada 7 Agustus 1948. Almarhum meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung pada Minggu, 25 Oktober 2020. Jenazah dimakamkan di makam keluarga di Pekon Penengahan, Kecamatan Penengahan, Jalan Marga Dantaran.

Almarhum menikah dengan Ibu Ratu Ernawati dikarunia tiga anak laki-laki yakni Ahmad Fajirin, Muhammad Fadillah beradok Kakhiya Nurjaya Bandakh, dan Pati Angga Wani.

Selain itu juga, ia mempunyai anak tebatok yang bernama Agus Saputra adok Batin Khaja, dan Mayasari.

Adat di Marga Dantaran secara turun temurun pemimpin tertinggi adalah Saibatin yang bergelar pangeran. Struktur kebawahnya yakni dalom, pemapah dalom, empat paksi (paksi tiyuh, paksi kenyayan, paksi deduk, dan paksi khuguk sumokh).

Masing masing paksi memiliki punyimbang yakni kakhiya dan temenggung, batin, khaja, minak, khadin, mas, ugokhan, khaya, serta segekhi suku.
Marga Dantaran memiliki cakupan wilayah yang sangat luas, berbatasan dengan Marga Rajabasa, Marga Keratuan Menangsi,  sebagian Kecamatan Penengahan wilayah Marga Dantaran, wilayah Kecamatan Sragi sebagian masuk Marga Dantaran. Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Bakauheni masuk Marga Dantaran. Bahkan Pulau Sangiang sebagian adalah wilayah adat Marga Dantaran.

Dalam kesempatan itu Pangeran Edward Syah menurunkan pusaka kepada putra mahkota saibatin marga dantaran yakni Ahmad Fajirin gelar Pangeran Naga Bringsang V disaksikan empat saibatin marga Way Handak.

Winarko







Berita Terkait



Komentar