#beritainternasional

Sosok Pria "Bertelinga Kelinci" Diduga Penyebab Tragedi Halloween di Itaewon

( kata)
Sosok Pria
Para warga berusaha menyelamatkan nyawa korban kekacauan pesta Halloween di Itaewon, pada 29 Oktober 2022 (Foto: AFP)


Jakarta (Lampost.co) -- Pihak kepolisian hingga kini masih terus menyelidiki penyebab terjadinya tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan yang terjadi pada 29 Oktober 2022. Sebanyak 475 anggota kepolisian turun tangan untuk menyelidiki penyebab tragedi yang menewaskan 154 orang itu.

Dilansir dari Chosun, pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa CCTV dari kamera yang terletak di belakang Hotel Hamilton. Mereka tengah menginvestigasi area gang tempat insiden terjadi.

Sejumlah saksi mata mengklaim melihat sekelompok pria, sekitar 5 sampai 6 orang yang termasuk orang asing, menghasut orang-orang untuk saling dorong. Banyak saksi mata yang meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki seseorang yang mengenakan bando telinga kelinci.

"Seorang pria yang pakai bando telinga kelinci menyuruh kami terus mendorong," ujar salah satu saksi mata.

"Aku melihatnya menyeringai dalam keadaan mabuk, kemudian mulai mendorong dengan kuat sebelum meninggalkan lokasi," tambah saksi mata yang lainnya. 

Jika memang sosok tersebut terbukti sebagai pemicu tragedi Halloween Itaewon, ia bisa dituntut atas pasal kejahatan hingga pembunuhan. Hal itu disampaikan Um Gun Woong, seorang profesor yang mengajar Administrasi Polisi dan Kebakaran di salah satu universitas di Korea Selatan.

"Kalau seseorang mendorong orang lain dengan niat untuk menyakiti, ia bisa dituntut dengan beberapa pasal. Penyerangan, pembunuhan, hingga pembunuhan tidak disengaja bisa didakwakan," tegasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengatakan akan mempercepat upaya untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Di bawah kebijakan Peninjauan Berdasarkan Bukti Digital, rekaman bisa langsung dijadikan bukti alih-alih ditinjau terlebih dahulu.

Pihak kepolisian juga berjanji akan dengan hati-hati mendengarkan keterangan saksi untuk mencari tahu penyebab insiden. Hal itu dilakukan setelah muncul dugaan adanya orang yang sejak awal sengaja melakukan dorong-dorongan.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar