#wartawan#lampungpost#orbituarium

Sosok Aris Susanto di Mata Rekan-Rekan

( kata)
Sosok Aris Susanto di Mata Rekan-Rekan
Aris Susanto. dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) --  Sejumlah orang yang pernah bersentuhan dengan Mas Aris secara singkat maupun lama mengungkapkan ceritanya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Hendry Sihaloho punya beberapa pengalaman dengan Bang Aris. Suatu hari, Hendry meliput seorang ibu rumah tangga yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun rumput. Korban dibawa ke RSUDAM Lampung. Mulutnya terus mengeluarkan darah.

"Berita itu saya tulis. Hingga deadline (sore hari), korban masih hidup. Bang Aris yang mengedit hasil liputan tersebut. Sekitar pukul 21.00 WIB, layout telah dicetak. Halaman yang menjadi tanggung jawab almarhum telah rampung. Bang Aris pulang ke rumah. Sementara saya masih di kantor," kata Hendry via WhatsApp, Kamis, 21 November 2019. 

Kemudian, sekitar pukul 22.30 WIB, Hendry mendapat kabar bahwa korban meninggal. Setelah memastikan kabar itu, Hendry mengontak Bang Aris untuk meng-update beritanya.  "Bang Aris kembali ke kantor untuk memperbarui beritanya. Ia selalu siaga kapan pun diperlukan."

Pernah pula Hendry ditugaskan kantor untuk meliput soal Sugeng, buruh PTPN VII yang dikriminalkan. Berita ini hasil liputan Hendry ke Pesawaran. Kantor menilai berita itu bagus, lalu menugaskan Hendry dan Bang Aris untuk memperdalamnya.

"Tempo hari, saya main ke Lampung Post. Itulah pertemuan saya kembali dengan Bang Aris, setelah sekitar delapan tahun tidak berjumpa. Tubuhnya terlihat kurus. Makin tua. Kami mengobrol banyak hal malam itu. Ia mengajak saya untuk liputan bareng lagi ke luar kota. Ajakan ini belum sempat terealisasi karena Tuhan lebih dahulu memanggil Bang Aris. Selamat jalan, Kombes."

Sementara itu, mantan pemimpin redaksi Lampung Post Sabam Sinaga menyatakan dalam menjalankan tugas dan profesi wartawan, Aris sosok yang loyal, selalu mau belajar, berani, dan bersikap tegas. Menurutnya, dalam konteks individual, pribadi Aris sangat rendah hati.

"Ia mudah akrab dengan siapa pun. Orangnya ramah, rendah hati, dan rendah hati. Hubungan saya dengan Aris lebih cenderung sebagai teman, walaupun ia lama sekali jadi bawahan saya di perusahaan. Kedekatan kami secara emosional itu membuat saya sangat syok mendengar beliau meninggal karena sakit dan saya tidak sempat membesuk dia," kata Sabam melalui pesan pendek, Kamis, 21 November 2019.  

Pengacara David Sihombing yang juga pernah menjadi anak didik Kombes berujar singkat bahwa Kombes adalah sosok baik dan ikhlas. Deni Zulniyadi, yang juga anak didik Kombes menyatakan tiga hal tentang sosok Kombes. "Dia itu sosok pembimbing, guru, bapak. Enggak bisa diutarakan dalam kata-kata," kata Deni. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar