#rerie

Sosialisasi Masif Kebijakan Pariwisata Nasional Dipercaya Bisa Hadapi Hoaks

( kata)
Sosialisasi Masif Kebijakan Pariwisata Nasional Dipercaya Bisa Hadapi Hoaks
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Sosialisasi masif terkait dampak yang ditimbulkan kebijakan baru di sektor hukum terhadap pariwisata nasional harus segera dilakukan. Hal itu diperlukan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi hoaks yang terjadi. 

"Kebijakan yang baru disepakati DPR dan pemerintah terkait revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) harus disosialisasikan masif kepada masyarakat, mengingat banyak sektor yang terkait dengan kebijakan yang baru disepakati itu," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 Desember 2022. 

Salah satu yang terdampak sektor pariwisata yang pada sepekan ini diwarnai hoaks batalnya ribuan wisatawan Australia ke Bali akibat aturan sanksi perzinahan. 

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, serangan hoaks itu harus segera diatasi dengan langkah antisipasi yang tepat. Sehingga peluang pertumbuhan salah satu sektor andalan Indonesia itu bisa terus direalisasikan. 

Apalagi, ujar anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, berdasarkan catatan BPS jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan. 

Angka itu naik 364,31% dibandingkan Oktober 2021. Sementara dibandingkan bulan sebelumnya, kunjungan wisman juga meningkat 4,57%.

Tren peningkatan kunjungan wisman itu, kata anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus terus dijaga agar mampu memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, kunjungan wisman menjadi salah satu faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat ekonomi kreatif sebagai salah sektor penyumbang PDB Indonesia dengan

ditopang tiga subsektor utama, yakni kuliner, fesyen, dan kriya. 

Nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada 2021 mencapai US 23,9 miliar dolar dibanding 2020 baru mencapai US 18,8 miliar dolar. Pemerintah menargetkan nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada 2022 dapat mencapai US 25,14 miliar dolar. 

Menurut dia, dampak kunjungan wisman terhadap pengenalan produk-produk kuliner, fesyen dan kriya sangat signifikan. 

"Sehingga diperlukan langkah-langkah strategis agar sektor pariwisata nasional dapat terus bertumbuh sehingga mampu ikut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar