#beritalampung#beritabandarlampung#tawuran

Soroti Maraknya Tawuran Pelajar, Komisi V: Butuh Perhatian Pemerintah

( kata)
Soroti Maraknya Tawuran Pelajar, Komisi V: Butuh Perhatian Pemerintah
Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Deni Ribowo saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 12 Januari 2023. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo mengatakan jika maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar sekolah harus menjadi perhatian dan atensi Pemerintah Provinsi Lampung untuk bisa melakukan langkah taktis guna menghilangkan aksi negatif para pelajar.

"Ada tren tawuran ini karena pelajar mencontoh dari daerah luar. Bisa juga karena adanya ruang kosong anak sekolah, apalagi setelah 2 tahun sekolah di rumah jadi jenuh dan melakukan aksi nekat," kata Deni saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 12 Januari 2023.

Menurutnya, pemerintah Provinsi Lampung harus biasakan anak didik aktif melakukan pelajaran, dan jangan sekali-kali diberikan ruang kosong, sehingga mereka memcari kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kontroversial.

"Dinas pendidika harus menambah ekstra kurikulum yang menyibukkan anak dengan kesibukan kegiatan sekolah, anak-anak kan tidak boleh ada space waktu dia nganggur, sebisa mungkin fokus berfikir untuk belajar, tapi harus banyak disibukan oleh kegiatan positif," kata dia.

Menurutnya, Dinas Pendidikan bisa kolaborasi dengan Dinas Olahraga membuat ekstrakurikuler misal karate atau olahraga lain sehingga ada dorongan dan mencari kesibukan pada bidang olahraga dan peroleh prestasi.

"Pemerintah harus punya trobosan baru untuk hal penanganan ini dan solusinya tadi, dinas pendidikan harus memberikan kesibukan program ekstrakurikuler, kemudian bekerjasama mungkin dengan lintas sektoral," katanya.

Ia juga apresiasi ketegasan dari pihak kepolisan yang sudah tegas dalam hal penanganan pada anak. "Karena ini dilematis juga. "Khususnya anak sekolah yang berani bawa senjata tajam, kepolisian memberikan edukasi dan pembelajaran yang menjadjkan pelajar sadar dan tak mengulang kesalahan," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar