#hukum#banding

Sopir Terpidana Mati Kasus Sabu Ajukan Banding

( kata)
Sopir Terpidana Mati Kasus Sabu Ajukan Banding
Ilustrasi.Dok.Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terpidana mati perkara narkotika Suhendra alias Midun bin Kasmin resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang melalui pengacara Nelson Rumanof. Memori banding melalui Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang itu untuk melepaskan Suhendra dari segala tuntutan atau bila hakim berpendapat lain untuk memutuskan seadil-adilnya secara proporsional dan akomodatif.

Menurut Nelson, ada dua hal yang dapat memperkuat alasan untuk melakukan banding, yaitu saat berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka tidak didampingi pengacara. Lalu, Suhendra tidak berperan aktif dalam kasus ini.

"Padahal, tersangka yang diancam 15 tahun lebih wajib didampingi pengacara. Tapi tidak dilakukan karena pernyataan dia tidak ingin didampingi pengacara lantas kewajiban itu tidak boleh ditiadakan," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa 25 Agustus 2020.

Menurut dia, Suhendra adalah sopir yang mendapat telepon dari kakak sepupunya, Supriyadi untuk diminta tolong mengambil mobil dan berpesan jika ada yang telepon, dia harus mengangkatnya dan yang menelepon namanya Irfan Usman.

"Saat di TKP Suhendra ditelepon dan disuruh menunggu lima menit. Saat itu pun kunci kontak sudah tergantung, karcis parkir sudah ada. Kita lihat waktu pemeriksaan barang ini ada saat mobil dibongkar. Ada di dashboard pojok bawah. Artinya, tidak kasat mata, nah itu di mana peran aktifnya," ujarnya.

Ia menegaskan Suhendra hanya pasif dan korban yang terpengaruh sindikat narkotika untuk memindahkan mobil dari Rumah Sakit Abdul Moeloek ke Kunyit.

"Tapi kita melihat tafsirannya itu kan belum terlaksana. Kalau kita lakukan pembuktian terbalik, jika dia tidak ditelepon Supriyadi, enggak jalankan. Oke dia ditelepon, kalau dia enggak ditelepon Irfan, enggak bergerakkan. Oke dia ditelepon dan disuruh menunggu. Kalau tidak ditelepon, dia enggak bergerak," ujarnya.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, 6 Agustus 2020, dengan nomor perkara 363/Pid.Sus/2020/PN.Tjk terdakwa Suhendra dijatuhkan pidana mati karena menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan 1 yang beratnya 41 kilogram.

Di tempat terpisah, Humas Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang Hendri Irawan membenarkan hal tersebut. "Iya sudah masuk pengajuan bandingnya oleh pengacara terdakwa," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar