#kecelakaan#lakalantas

Sopir Tangki Pelaku Tabrak Lari di Jalinsum Lamteng Jadi Tersangka

( kata)
Sopir Tangki Pelaku Tabrak Lari di Jalinsum Lamteng Jadi Tersangka
Kondisi mobil truk tangki B-9992-GU usai terlibat kecelakaan di Jalinsum, Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Sabtu, 8 Januari 2022. Lampost.co/Tedjo Waluyo


Gunungsugih (Lampost.co) --  Polres Lampung Tengah (Lamteng) menetapkan HN (57) sebagai tersangka tabrak lari yang menewaskan satu pengendara di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar. HN yang merupakan warga Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel) itu merupakan sopir truk tangki B-9992-GU yang terlibat dalam tiga kecelakaan sekaligus. 

Kasat Lantas Polres Lamteng, AKP Ikhwan Syukri menjelaskan, penetapan tersangka tersebut muncul berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap HN.

"Kami menetapkan sopir truk tangki itu sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari di tiga TKP yang berbeda," kata Ikhwan, Minggu, 9 Januari 2022.

Baca: Kabur Usai Tabrak Pengendara Motor, Truk Tangki Terhenti Saat Beradu dengan Pick Up

 

Meski begitu, Kasat menegaskan bahwa dari hasil tes urine tersangka dinyatakan negatif narkoba maupun pengaruh alkohol.

"Tidak dalam kondisi mabuk atau pengaruh obat terlarang saat mengemudi," ujarnya.

Kasat Lantas menyebutkan korban meninggal dunia adalah Elhadi (41), pengemudi mobil L300 nopol BE-9518-JM yang merupakan warga Bukitkemuning, Lampung Utara (Lampura).

"Sedangkan korban lainnya yang mengalami luka-luka masih mendapat perawatan di rumah sakit," ujarnya.

HN dinyatakan telah mengemudikan kendaraannya dengan ugal-ugalan sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada Sabtu, 8 Januari 2022, pukul 23.20 WIB. HN yang mencoba kabur itu sempat hampir menabrak petugas dan warga yang menyetop laju kendaraannya. 

"Kami menerima laporan adanya kecelakaan yang kendaraannya kabur ke arah mapolsek. Kemudian kami bersama warga berupaya menyetop truk tangki itu. Sopir bukannya menghentikan truk malah tancap gas dan sempat mau menabrak petugas dan warga," ujar anggota Polsek Terbanggibesar, Aipda Agus.

HN terus memacu truknya ke arah Bandarjaya. Kemudian mobil unit patroli mengejar truk tersebut sehingga terjadi kejar-kejaran. 

"Sopir kehilangan kendali dan menabrak pikap yang datang dari arah berlawanan. Tabrakan itu menyebabkan sopir pikap meninggal di lokasi karena terjepit bodi kendaraan. Sementara dua orang yang luka parah langsung kami bawa ke rumah sakit terdekat," katanya. 

Ari, salah satu saksi mata, mengungkapkan kejadian bermula saat truk Fuso bernomor B-9992-GU dengan kecepatan tinggi dari arah Gunungsugih melaju ugal-ugalan. Setibanya, di lokasi truk menabrak sepeda motor.

"Truk itu menabrak sepeda motor yang membuat pengendaranya terluka. Namun, bukannya berhenti, sopir malah melarikan diri ke arah Lampura," katanya.   

Pelarian sopir beserta truk tangki itu akhirnya terhenti setelah menabrak pikap yang datang dari arah berlawanan.

"Truk berhenti setelah menabrak kendaraan lain jenis pikap yang datang dari arah berlawanan," katanya. 

"Sopir pikap meninggal di lokasi karena terjepit, sedangkan kernetnya mengalami luka parah. Untuk sopir truk mengalami luka di wajahnya karena terlihat banyak luka dan mengeluarkan darah saat polisi dan warga mengevakuasinya," sambung dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar