#penipuan#sopironline#jasarental

Sopir Online Korban Penipuan Tuntut Mobil Jasa Rental Kembali 

( kata)
Sopir Online Korban Penipuan Tuntut Mobil Jasa Rental Kembali 
Pj Redaktur Daerah Lampung Post Wandi Barboy Silaban saat menerima pengaduan korban penipuan mobil. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah sopir online yang mengaku korban penggelapan mobil menuntut agar mobil mereka yang digelapkan bisa dikembalikan. Tidak hanya itu, lima warga ini juga menuntut sisa pembayaran mereka yang terbengkalai selama ini bisa dibayarkan.

"Kami minta mobil kembali. Kami ini orang susah. Masih setengah perjalanan ini angsuran. Sementara yang diharapkan dari angsuran ini ya dari mobil ini," kata Ganda Tamba, sopir online yang menjadi korban penggelapan mobil, saat menyambangi kantor Lampung Post, bersama keempat kawannya, Jumat, 2 Oktober 2020. 

Ia menuturkan awalnya bersama sejumlah sopir travel online berhubungan baik dengan rekannya bernama Agus. Kemudian, Agus mengajak sopir travel online yang dikenalnya untuk merentalkan mobilnya di CV Ori Rental dan menawarkan sewa jasa rental Rp5 juta/bulan. 

"Kami percaya dengan saudara Agus karena sudah lama kenal dan dia meyakinkan kami dan menjamin usaha rental ini aman. Kami pun menyerahkan mobil itu kepada Agus dan pemilik rental," ujarnya. 

Dia menuturkan singkatnya mobilnya sudah digadaikan. Bahkan, hingga ke Batanghari, Lampung Timur. Warga Batanghari yang mengklaim mobil Ganda sebagai mobil miliknya mengemudikan mobil itu ke Polres Lampung Timur dan melaporkan orang yang menggadaikan mobil Ganda. Mobil Ganda hingga kini berada di Polres Lampung Timur. 

Ganda dan kawan-kawan melaporkan masalah tersebut ke Polda Lampung. Ternyata, Polda menyebutkan laporan penggelapan mobil sopir travel online itu sudah pernah dilaporkan pemilik CV Ori Rental, yaitu Victoria Cecilia. 

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan jika benar mobil itu punya korban penggelapan, silakan dibuat laporannya ke Propam Polda Lampung. Menurut dia, kasus ini jika hanya dari mulut ke mulut akan susah dimengerti.

"Begini. Simpel saja. Kalau memang mobil itu miliknya dan sudah ada laporan sebelumnya, bisa dilaporkan ke Propam Polda Lampung. Begitu saja," katanya melalui telepon kepada Lampost.co.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar