#penipuan#curanmor

Sopir Ojol di Bandar Lampung Tipu Polisi demi Hindari Tagihan Leasing

( kata)
Sopir Ojol di Bandar Lampung Tipu Polisi demi Hindari Tagihan <i>Leasing</i>
Tersangka diamankan di Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemuda asal Kelurahan Kupang Raya, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Dani Sanjaya (22) ditangkap setelah membuat laporan palsu pencurian sepeda motor (curanmor) ke Polresta Bandar Lampung. Laporan palsu yang dibuat sopir ojek online (Ojol) Maxim itu bertujuan untuk lepas dari tagihan leasing dan mendapatkan asuransi. 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana menceritakan, tersangka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Selasa, 27 Juli 2021 dan mengaku sebagai korban curanmor. Tersangka mengaku motornya raib di sekitar Makam Pahlawan Kedaton.

"Pada saat itu, dia mengaku mendapat penumpang secara online diminta diantar ke Makam Pahlawan. Sesampainya di Jalan Danau Jepara samping Ruko Metro Com, dia ditodong penumpang dengan menggunakan pisau," kata Kasat, Jumat, 30 Juli 2021.

Baca: 14 Penjahat Diringkus Polres Pringsewu, Dua Ditembak

Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa CCTV yang terpasang di sana. Dari hasil pengecekan,  ternyata tidak ada rekaman aksi penodongan seperti yang dilaporkan.

"Tidak ada jejak digital curas dan sebagainya. Berdasarkan rekaman CCTV diberikan ke temannya. Kalau pengakuan tersangka, hal itu dilakukan untuk menghindari  tagihan dan agar asuransi digantikan dengan niat beli lagi," katanya.

Resky melanjutkan, saat ini pihaknya sudah menerima tiga laporan palsu dari sopir ojol dengan tujuan ingin menghindari tagihan dan sebagainya. Pelaku kali ini juga merupkan residivis kasus narkoba pada 2018 lalu.

"Barang bukti sepeda motor dan rekan tersangka yang membawa motor masih dalam pengejaran," katanya.

Pelaku dijerat Pasal 242 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan atau Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar