#bandarlampung

Sopir Arsiman Jadi Tersangka Kasus Penggelapan

( kata)
Sopir Arsiman Jadi Tersangka Kasus Penggelapan
Laporan polisi yang beredar pada Selasa, 25 Januari 2022 dari Pelapor Arsiman bernama Halim yang merupakan karyawan swasta. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sopir Arsiman yang sempat ditahan selama delapan hari tanpa sebab di Polsek TKB akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan. Arsiman ditangkap di rumahnya.

“Penangkapan didasarkan pada Laporan Polisi Nomor LP/B/07/1/2022/SPKT/Polsek Seberida/Polsek Seberida/Polres Inhu/Polda Riau oleh PT Sindex Expres, tempat Arsiman bekerja, tertanggal 19 Januari 2022 dengan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP," kata Direktur LBH Bandar Lampung Sumaindra Jawardi, Selasa, 25 Januari 2022.

Menurut Sumaindra, LBH Bandar Lampung sebagai kuasa hukum Arsiman sudah mengantongi Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/2/1/2022/Reskrim. LBH Bandar Lampung akan mengawal perkara Arsiman.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan dari Polres Lampung Selatan melalui video yang beredar, bahwa Polres Lampung Selatan mendapat informasi pada 23 Januari 2022 dari Polres Riau, bahwa terdapat salah satu Daftar Pencarian Orang yang berada di wilayah Polres Lampung Selatan.

“Lantas kemudian Polres Lampung Selatan mengerahkan anggotanya dari Unit Jatanras untuk segera mengamankan Arsiman dikediamannya hari ini tanggal 25 Januari 2022 sekira pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
 
LBH Bandar Lampung menilai bahwa proses perkara tersebut terkesan dipaksakan. Pasalnya dalam jangka waktu pelaporan dibuat pada 19 Januari 2022 sampai dilakukannya penangkapan pada 25 Januari 2022. Arsiman sama sekali belum pernah diperiksa secara patut sebagai terklarifikasi maupun saksi dalam perkara yang dilaporkan.

Berdasarkan keterangan dari Polres Lampung Selatan, Polres Riau sendiri memburu salah satu daftar pencarian orang (DPO) di Lampung Selatan. Berdasarkan Pasal 17 Ayat 6 Perkapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa tersangka yang telah dipanggil untuk pemeriksaan guna penyidikan perkara dan tidak jelas keberadaannya dicatat di dalam Daftar Pencarian Orang dan dibuatkan surat pencarian orang.

“Namun, faktanya Arsiman belum pernah dipanggil untuk diperiksa dalam perkara tersebut maupun ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sumaindra.

Di sisi lain, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lamsel AKP Hendra Saputra membenarkan Arsiman telah diamankan pada Selasa, 25 Januari 2022 di kediamannya dan langsung dibawa oleh tim Satreskrim Polres Indragiri Hulu.

"Kami kemarin mendapat informasi dari Riau kalau ada salah satu DPO yang ada di wilayah hukum Polres Lampung Selatan tepatnya di Katibung. Ternyata sopir Arsiman," katanya.

Hendra mengungkapkan, Arsiman ditetapkan tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan berupa muatan yang dibawanya ketika berada di wilayah hukum Mapolres Indragiri Hulu.

"Kasusnya menurut informasi dari Reskrim Mapolres Indragiri Hulu terkait dengan kasus 374 (pasal). Jadi penipuan dan penggelapan dalam pekerjaan," ujarnya.

Sementara itu dari foto laporan polisi yang beredar, pelapor Arsiman bernama Halim yang merupakan karyawan swasta yang tinggal di Bandar Lampung. Dalam laporan tertulis perkara penggelapan dalam jabatan 1.826 box coffee white renteng isi 200 pcs/box. Kejadian itu terjadi pada Kamis, 23 Desember 2021 di SPBU Simpang PT Kat Jalan Lintas Timur Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar