#rerie

Solusi dan Kreativitas Cara Pegiat Seni Bertahan saat Pandemi

( kata)
Solusi dan Kreativitas Cara Pegiat Seni Bertahan saat Pandemi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat berbincang dengan Perkumpulan Dalang Remaja Surakarta (Darma Suta) dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Minggu, 28 November 2021. Istimewa


Yogyakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menilai, dibutuhkan bantuan untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan eksplorasi berbagai potensi pegiat kesenian agar mampu menghadirkan solusi sehingga tetap produktif di masa pandemi.

"Para pegiat seni wayang di masa pandemi ini memang menghadapi situasi seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi untuk bertahan hidup harus menggelar pertunjukan. Di sisi lain pandemi membutuhkan pembatasan kegiatan," kata Lestari Moerdijat saat berbincang dengan Perkumpulan Dalang Remaja Surakarta (Darma Suta) dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Minggu, 28 November 2021.

Untuk itu, ujar Lestari, dibutuhkan bantuan pemikiran dari berbagai pihak agar pegiat kesenian mendapatkan solusi menghadapi kondisi pandemi.

Rerie, sapaan akrab Lestari mengakui, potensi yang dimiliki dalang muda sangat besar untuk mengembangkan kesenian agar bisa terus dinikmati masyarakat luas.

Salah satu upaya mementaskan wayang secara virtual seperti yang dilakukan budayawan Sujiwo Tedjo. Menurut dia bisa dicoba sebagai salah satu solusi.

Selain itu, upaya menyesuaikan durasi pertunjukan wayang dengan waktu tayangan di televisi juga bisa dilakukan.

Pembina Darma Suta, Ki Warseno Slank, mengatakan pertunjukan wayang sebagai sarana penyampai pesan kepada masyarakat memerlukan dorongan kreativitas yang memadai agar mampu membangun konten atau tokoh yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.

Ketua Darma Suta, Ki Amar Pradopo Zedha Beviantyo, menilai dalang muda memerlukan pembinaan agar dapat mengembangkan potensi diri. Namun, di masa pandemi dalang kesulitan memperoleh izin untuk dapat mementaskan wayang di hadapan masyarakat.

Sementara itu, jurnalis senior, Saur Hutabarat, menyarankan agar dalang muda menyesuaikan gaya pertunjukan wayang dengan perkembangan zaman. "Sehingga, pesan- pesan moral dan politik kepada masyarakat dapat disampaikan dengan efektif lewat penggunaan bahasa nasional agar mudah dipahami masyarakat luas," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar