#pasarsmep#pengembangpasar#beritalampung

Soal Pembangunan Pasar SMEP, Ini Pendapat Wakil Wali Kota

( kata)
Soal Pembangunan Pasar SMEP, Ini Pendapat Wakil Wali Kota
Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar. (Lampost.co/Deni Zulniyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar berpendapat langkah pemkot mengambil alih pembangunan Pasar SMEP yang mangkrak lebih dari empat tahun, kurang tepat. Pasalnya ada beberapa persoalan yang seharusnya diselesaikan sebelum mengambil alih pembangunan itu.

Menurut Yusuf Kohar, seharusnya pemkot ini menyelesaikan dulu persoalan antara pemkot dengan pengembang, dan pengembang dengan pedagang. "Kan ada kerugian yang dialami masyarakat yang sudah setor karena uangnya diambil Alay. Kemudian warga yang sudah setor jika dapat ruko yang dibangun pemkot, ya kerugian negara kan,
Apakah ini tanggunjawab Alay atau diambil alih pemeirnah," kata Yusuf Kohar, Kamis (19/7/2018).

Untuk itu, kata dia, seharusnya pemerintah kota menyelesaikan dulu dengan pengembang. Karena pemkot harus bertanggungjawab atas kontrak kerja sama tersebut. "Itu selesikan dengan pengembang, lalu pengembang dengan pedagang, itu yang harus diberesin, baru kita abil langkah pembangunan," kata dia.

Jika pemkot langsung membangun, dan tidak menyelesaikan dulu dua persoalan tersebut berarti pemkot lari dari tanggungjawab. "Yang paling bertanggugjawab ya pemerintah kota, siapa yang menandatangani kontrak itu, siapa yang perintahkan, itu yang bertanggungjawab," kata dia.

Deni Zulniyadi



Berita Terkait



Komentar