#kpk#feeproyek#lamteng#mustafa#beritalampung

Soal Fee Proyek Lamteng, KPK Belum Fokus ke Pencucian Uang 

( kata)
Soal Fee Proyek Lamteng, KPK Belum Fokus ke Pencucian Uang 
Ilustrasi. (Dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya masih belum fokus terhadap penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang, atas tersangka fee proyek Pemkab Lampung Tengah, dengan tersangka mantan Bupati Mustafa, yang diduga menerima fee senilai Rp95 miliar. 

Dari perkara tersebut total ada 7 orang yang menjadi tersangka dari Mustafa, anggota DPRD Lampung Tengah, hingga pengusaha.

Sebelumnya Mustafa juga telah divonis 3 tahun penjara terkait gratifikasi kepada anggota dewan, untuk persetujuan rencana pinjaman daerah Lamteng ke PT Sarana Muti Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar pada tahun anggaran 2018.

Sementara berdasarkan LHKPN, dan data pemeberitaan Lampost.co, ketika Mustafa hendak mencalonkan sebagai Gubernur Lampung harta kekayaannya per Februari 2018 tercatat Rp10,2 miliar.

Berita Terkait: KPK Tetapkan Lagi 7 Tersangka Suap di Lamteng

Sebelumnya saat menjabat sebagai wakil bupati Lampung Tengah, jumlah harta Mustafa yang dilaporkan pada Juni 2015, tercatat sebesar Rp9,9 miliar. Rincian harta tahun 2015, yakni 29 harta tidak bergerak berupa tanah, 6 kendaraan, 2 usaha catering, 1 logam mulia, giro dan piutang. "Masih suap dan gratifikasi, ini dulu," kata Febri, Kamis (31/1/2019).

Terkait rencana pemeriksaan lanjutan usai penetapan Mustafa dan enam orang lainnya dari unsur DPRD dan pihak rekanan, Febri membenarkan akan ada agenda tersebut, namun tak merinci. "Nanti akan dilakukan pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada Lampost.co terhadap perkara fee proyek, pasti KPK akan melakukan penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian uang, jika ada temuan. "Nanti dipelajari TPPUnya, itu sudah format KPK," jelasnya.

Asrul Septian Malik







Berita Terkait



Komentar