#pelecehan#uin#asusila#beritalampung

Soal Dugaan Pelecehan Seksual, Perlu Hormati Proses Hukum dan Internal UIN Raden Intan

( kata)
Soal Dugaan Pelecehan Seksual,  Perlu Hormati Proses Hukum dan Internal UIN Raden Intan
Dokumentasi pixabay.com


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen UIN Raden Intan Lampung telah menjadi persoalan hukum seiring pelaporannya ke pihak kepolisian. Karena itu, semua pihak sebaiknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, termasuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Raden Intan KH Khairuddin Tahmid dalam siaran persnya, Minggu (13/1/2019).

"Mari kita sikapi persoalan ini secara arif dan bijaksana. Kasus ini sudah masuk ranah hukum. Kita hormati prosesnya. Biarlah aparat penegak hukum yang menanganinya hingga sampai kepada kesimpulan benar tidaknya, dan bersalah atau tidaknya terduga pelaku," imbau Khairuddin, yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung.

"Saya mengimbau orang dengan makom tokoh atau siapa pun dapat mengindahkan, menghormati, dan menghargai salah satu asas hukum, praduga tidak bersalah. Jangan buru-buru menjustifikasi seseorang bersalah atau tidak sebelum terbukti secara hukum," tandas mantan Ketua PWNU Provinsi Lampung itu.

Khairuddin juga menyatakan masalah ini berada dalam lingkup internal UIN Raden Intan. Oleh karena itu, sangat bijaksana bagi pihak-pihak eksternal untuk menahan diri dengan tidak memberikan berbagai pernyataan, apalagi yang cenderung tendensius dan menyudutkan institusi UIN Raden Intan.

"Ini merupakan masalah internal UIN Raden Intan. Urusan rumah tangga UIN. Mestinya pihak-pihak luar menghormatinya. Tidak elok bersikap mencampuri urusan orang lain, apalagi yang tidak terkait dengan dirinya," ujar Khairuddin.

Triyadi Isworo*







Berita Terkait



Komentar