#feeproyekMesuji#alirandana#wakapolda#beritalampung

Soal Aliran Dana Fee Proyek Mesuji, Ini Kata Mantan Wakapolda 

( kata)
Soal Aliran Dana Fee Proyek Mesuji, Ini Kata Mantan Wakapolda 
Sidang lanjutan perkara fee proyek Kabupaten Mesuji dengan dua terdakwa atas nama Sibron Aziz dan Kardinal, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (22/4/2019). (Foto:Lampost/Febi H)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mantan Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol angkat bicara terkait kesaksian Sekretaris Dinas PU Mesuji, Wawan Suhendar dalam sidang yang mengatakan, kalau Kapolda dan Wakapolda Lampung di bulan Mei 2018, menerima aliran dana sebesar Rp200 juta.

"Maaf, tanya saja sama pak Bupati kasih saya uang buat apa. Saya tidak pernah mau terima uang apa lagi di rumah," ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (23/4/2019).

Yoyol pun menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar adanya, dimana ia menerima uang Rp50 juta.
"Terima kasih atas atensinya, saya mana mungkin  main-majn proyek, apa lagi terima uang," kata Yoyol yang saat ini menjabat Karo RBP Srena Polri.

Berita Terkait: Rp200 Juta Uang Silaturahmi Fee Proyek ke Kapolda dan Wakapolda


Sementara mantan Kapolda Lampung Irjen Suntana, belum bisa dikonfirmasi terkait kesaksian Wawan, yang menyebutkan Suntana, menerima uang Rp150 juta, untuk postingan proyek. Total uang yang diterima oleh Suntana maupun Yoyol menurut pengakuan Wawan dalam persidangan adalah Rp200 juta. Saat ini Suntana menjabat sebagai Wakaban intelkam Mabes Polri.

Febi Herumanika/Aseul Septian Malik







Berita Terkait



Komentar