#limbah#lingkungan

SNV Sebut Pengelolaan Lumpur Tinja di Metro Perlu Dikembangkan

( kata)
SNV Sebut Pengelolaan Lumpur Tinja di Metro Perlu Dikembangkan
Kepala Sektor Air Bersihan dan Sanitasi SNV, Cecile Laborderie (Kanan) saat mengunjungi tempat budidaya magot dan cacing sampah di Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro disarankan mengembangkan pengelolaan lumpur tinja dan meningkatkan pemanfaatan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). 

Kepala Sektor Air Bersih dan Sanitasi Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), Cecile Laborderie mengatakan, pengelolaan lumpur tinja perlu diterapkan Pemkot Metro, terutama pada perilaku masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

SNV merupakan organisasi nirlaba dari negeri Belanda yang concern dalam upaya penyediaan layanan pengembangan dan pembangunan bagi negara-negara berkembang, utamanya di sektor pertanian, energi terbarukan, serta air bersih, sanitasi dan kebersihan. 

"Yang kita lakukan itu meningkatkan perubahan perilaku masyarakat, sehingga masyarakat mau membuang lumpur tinja ke IPLT Karangrejo. Kemudian untuk memperkuat kerangka regulasi yang mendukung pemerintah agar pengelolaan lumpur tinja dapat dikelola dengan baik," ujarnya, Rabu, 16 Juni 2021. 

Baca: Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut Dinilai Merusak Ekosistem

 

Dia menjelaskan, setelah adanya pengolahan lumpur tinja nantinya akan menghasilkan air serta lumpur limbah yang sudah terurai. 

"Nah, setelah terolah kemudian ini akan diapakan? Kalau air yang sudah terurai secara tidak langsung menjadi bersih. Sementara untuk lumpurnya akan dimanfaatkan sebagai apa?" ujarnya. 

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu melakukan kunjungan ke tempat tempat pemanfaatan limbah seperti budi daya magot (sejenis lalat) dan cacing sampah. 

"Kita juga akan terus mencari inspirasi pemanfaatannya, jika nanti lumpur tinja dapat di komparasi dengan sampah rumah tangga untuk budidaya cacing sampah dan magot. Itu akan kita pelajari lagi," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar