#korbanlakalantas#santunankematian#beritapesawaran

SMPN 22 Gedongtataan Diminta Santuni Guru Korban Kecelakaan

( kata)
SMPN 22 Gedongtataan Diminta Santuni Guru Korban Kecelakaan
Tampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suadi. Foto: Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


PESAWARAN (Lampost.co) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran Fauzan Suaidi menginstruksikan kepada SMPN 22 Gedongtataan untuk memberikan santunan sukarela kepada keluarga Dian Febriana, guru yang meninggal dunia karena kecelakaan yang terjadi di daerah Palang Besi, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Fauzan mengatakan status Dian Febriana di SMPN 22 Gedongtataan sebagai guru honorer, yang mengajar dalam satu minggu hanya sehari. "Kalau untuk santunan menetapkan berapa besarannya kita belum memiliki peraturannya. Namun saya sudah meminta kepada kepala sekolah SMPN 22 Gedongtataan untuk memberikan bantuan sukarela, karena mau bagaimanapun juga dirinya tercatat sebagai honorer di sekolah itu,"  ujarnya, Rabu, 4 September 2019.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 22 Gedongtataan Tanto Wahyuni, membenarkan adanya instruksi yang diberikan oleh Disdikbud Kabupaten Pesawaran untuk memberikan santunan sukarela. "Kemarin sudah kita berikan santunan, berupa uang dari guru-guru yang mengajar di SMPN 22 Gedongtataan. Kemudian karangan bunga dan uang salawat seikhlasnya yang dikumpulkan dari anak-anak murid," jelasnya.

Baca juga:

Guru Korban Kecelakaan Ternyata akan Menikah

Ngerem Mendadak, Seorang Guru Tewas Usai Kecelakaan

Dirinya juga mengatakan, Dian Febriana mengajar siswa kelas IX, hanya pada Kamis saja. "Dirinya mengajar dua kelas di kelas sembilan saja, dan statusnya juga di SMPN 22 Gedongtataan masih guru honor," tutupnya.

Putra Pancasila Sakti







Berita Terkait



Komentar