SMKpendidikan

SMK Lampung Telah Menerapkan "Pernikahan Massal"

( kata)
SMK Lampung Telah Menerapkan
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi meluncurkan program "Pernikahan Massal". Program itu berbentuk kerjasama atau kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja.

Kabid SMK Disdikbud Lampung Zuraida mengatakan, program tersebut telah berjalan di SMK di Provinsi Lampung. Tujuannya adalah agar ketika murid lulus dari sekolah tidak lagi bingung mencari kerja.

Namun, lanjutnya, program tersebut memang belum dilaksanakan merata di seluruh SMK. Program baru dilaksanakan secara merata di wilayah perkotaan.

"Sebenarnya itu sudah dilakukan sejak lama, pak Dirjen hanya menegaskan untuk mewajibkan agar dilakukan secara merata," ujarnya, Senin, 20 Juni 2020.

Ia menjelaskan program tersebut ditujukan untuk menyesuaikan pembentukan kompetensi murid dengan kebutuhan industri. Sehingga, saat lulus kompetensi para siswa banyak perusahaan yang membutuhkan.

"Dalam program ini SMK bekerjasama dengan pihak industri untuk pembangunan SDM. Jadi saat lulus, sekolah bisa menyalurkan siswanya untuk bekerja," kata dia.

Dalam program itu, Dirjen Pendidikan Vokasi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,5 Triliun. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk mewujudkan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan beberapa kebijakan program yang dilakukan.

Terkait hal itu, Zuraida mengaku belum ada pemberitahuan secara resmi ihwal dana pengembangan tersebut. Menurutnya, anggaran itu nantinya disalurkan langsung ke sekolah tanpa perantara Disdikbud.

"Anggaran itu untuk pengembangan kompetensi murid, sebelumnya memang sudah ada tapi tidak banyak," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar