#smk#pendidikan#humaniora

SMK Harus Matangkan Kecakapan Lulusan

( kata)
SMK Harus Matangkan Kecakapan Lulusan
Ilustrasi. Dok/MI


Bandar Lampung (Lampost.co): Kemendukbud berencana merubah kurikulum SMK menjadi 4 tahun atau setara D1. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto dalam webinar di Jakarta, kemarin.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan Undang Rosidin mengungkapkan kurikulum itu harus bisa mematangkan kecakapan atau skill siswa yang lulus. Hal itu untuk membedakan SMK dengan SMA.

"Jadi para lulusan sudah benar-benar siap kerja, bukan lagi perlu masa pelatihan jika bekerja di perusahaan," ujarnya, Kamis, 11 Juni 2020.

Menurutnya, waktu tambahan 1 tahun harus menjadi masa pematangan pengalaman kerja siswa. Hal itu agar siswa tak perlu lagi pelatihan saat bekerja ketika lulus.

Baca juga: Disdikbud Tunggu Kebijakan Pusat Soal 4 Tahun SMK

"Jangan sampai kurikulum sudah berubah menjadi 4 tahun tapi ketika lulus siswa belum siap. Tambahan 1 tahun itu kalau bisa digunakan untuk praktik siswa jangan kebanyakan teori saja," ungkap Akademisi Unila itu.

Dosen FKIP itu mengatakan hal tersebut sekaligus sebagai pembeda dengan siswa yang bersekolah di SMA. Jika benar diterapkan, lulusan SMK akan memiliki skill kerja yang lebih matang.

Undang juga menambahkan hal tersebut juga akan menjadi pertimbangan siswa saat mendaftar. Para siswa ingin langsung bekerja saat lulus sekolah pasti akan memilih SMK.

"Jadi sejak awal mereka (siswa) sudah memilih, yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah akan memilih SMA dan yang ingin cepat bekerja akan memilih SMK," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar