#lampung#jakarta#smi

SMI Fokus Biayai Pembangunan Infrastruktur di Daerah

( kata)
SMI Fokus Biayai Pembangunan Infrastruktur di Daerah
Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata saat memberikan keterangan di sela acara NGOPI yang dihelat PT SMI dan Research Center Media Group (RCMG) di The Maj, Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Lampost.co/Luchito Sangsoko

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode 2019—2024 akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Tanah Air. Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan digunakan maksimal sehingga tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato politiknya, beberapa waktu lalu. Demi mendukung pembangunan tersebut, pemerintah juga akan membuka kesempatan investasi seluas-luasnya khususnya kepada swasta.

Dukungan swasta diharapkan dapat membuka pembangunan kawasan industri baru, menggerakkan pariwisata, serta menghubungkan kawasan perkebunan, pertanian sehingga membangkitkan perekonomian masyarakat.

Menanggapi hal itu, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menargetkan membiayai pembangunan infrastruktur di daerah-daerah pada 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata di sela acara NGOPI yang dihelat PT SMI dan Research Center Media Group (RCMG) di The Maj, Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Menurut dia, sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, pihaknya memang akan banyak fokus mendorong pembangunan infrastruktur yang menjadi mandat dari pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya dan dilanjutkan di periode kedua ini.  "Jadi kami akan all out support pembangunan-pembangunan infrastruktur. Pada lima tahun kemarin kami fokus pembangunan dengan mengedepankan peranan dari teman-teman Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ke depan kita akan lebih banyak membantu peran sektor swasta dan daerah karena kantong-kantong pembiayaan sebetulnya banyak di pemerintah daerah," katanya.

Dia mengatakan banyak daerah yang surplus, namun mereka tidak tahu cara mengelola pembangunan infrastruktur. "Mungkin kata kuncinya adalah bagaimana kita ke depan mendorong untuk pembangunan infrastruktur dengan melibatkan peran serta daerah dengan memperkuat di sisi government, yang kedua membantu akselerasi mereka. Untuk itu kami perlu transformasikan suatu pengetahuan bagaimana mereka mengelola itu," ujarnya.

"Itu area yang akan kami gunakan pada 2020 sehingga dengan demikian sektor infrastruktur baik ekonomi maupun infrastruktur seperti pendidikan dan kesehatan itu akan banyak bergulir. Di situlah area-area di mana SMI berpartisipasi melakukan pembiayaan," katanya.

Dia menjelaskan perusahaan pelat merah itu juga bisa melakukan leveraging dengan tidak hanya melibatkan sumber-sumber pembiayaan konvensional tapi juga melibatkan filantropi atau lembaga keuangan internasional lainnya. "Harapannya dengan itu, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat karena investasi semakin besar," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar