#smep#pasarsmep

SMEP Molor Terus, Eva Dwiana: Tunggu Tanggal Mainnya

( kata)
SMEP Molor Terus, Eva Dwiana: Tunggu Tanggal Mainnya
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan pasar SMEP terus molor meski telah memasuki pertengahan 2021. Wali Kota Bandar Lampung beralibi keterlambatan pencairan karena pemkot sedang melakukan persiapan pencairan.

“Nanti, belum, tunggu tanggal mainnya. Kan ini belum dimainin belum jalan, baru persiapan,” kata Eva Dwiana usai meninjau vaksinasi lansia di Kelurahan Sukabumi, Senin, 7 Juni 2021.

Baca juga: Anggaran Proyek SMEP Puluhan Miliar Belum Cair

Eva Dwiana mengatakan bahwa pembangunan pasar SMEP akan segera dikebut baik pengerjaan dan pencairan dananya, agar gedung dapat segera digunakan.

“Kalau bunda pengennya pedagang enak penjual juga enak, bunda kasih untuk semuanya bahagia,” kata dia.

Sementara pihak rekanan pemenang tender PT Asmi Hidayat, Rudi, mengatakan bahwa dari total dana proyek sebesar Rp25 miliar baru diterima sebanyak Rp5 miliar. 

“Itu 20% baru uangnya masuk. Paling pelunasannya nunggu APBD tahun depan,” kata pengawas proyek saat ditemui di depan gedung pasar SMEP.

Selain keterlambatan pencairan, Rudi mengeluhkan adanya denda yang harus dibayarkan oleh PT Asmi Hidayat kepada Pemkot Bandar Lampung atas keterlambatan penyelesaian proyek ‘bekas alay’ itu.

“Udah kena denda dari nilai kontrak sekian M (miliar) pokoknya kurang ngerti perhitungannya,” kata dia.

Rudi berharap Pemkot Bandar Lampung segera menyelesaikan tunggakan sebanyak 80% dari total nilai proyek kepada rekanan agar para pedagang dapat segera menempati ruko-ruko yang saat ini sudah selesai pengerjannya.

“Semoga bayarnya lebih cepat lebih bagus lah. Jadikan nggak sia-sia pembangunannya karena udah 7 tahun nganggur gedungnya dan dua tahun ini dikerjain. Kalau pengerjaannya 90% tinggal finishing aja,” ujarnya.

Berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2008 tentang Denda Keterlambatan Pekerjaan, perhitungan denda perhari yang digunakan yakni 1/1000 dikali nilai proyek. 

Dengan nilai kontrak SMEP sebesar Rp25 miliar maka sejak 1 Januari 2021 PT Asmi Hidayat harus membayar denda sebesar Rp2,6 miliar. Asumsi perhitungan sejak berakhirnya kontrak tanggal 31 Desember 2020 hingga 7 Juni 2021 terdapat 104 hari kerja.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar