#smartcity#beritabandarlampung

Smart City untuk Tingkatkan Layanan dan Keterbukaan Informasi Publik

( kata)
Smart City untuk Tingkatkan Layanan dan Keterbukaan Informasi Publik
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus meningkatkan adanya keterbukaan publik akan informasi dari seluruh pemerintah setempat.

Lewat program smart city yang dicanangkan sejak pertengahan tahun 2019 ini, Diskominfo Bandar Lampung terus melanjutkan berbagai keperluan fisik sebagai penunjang terwujudnya program smart city itu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskominfo Bandar Lampung Ahmad Nurizki mengatakan, saat ini sudah melakukan program pendahuluan terkait smart city bandar lampung. Dari sisi perencanaan dalam rangka implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik juga tengah dilakukan.

"Hal ini juga merupakan keseriusan Pemerintah Kota dalam hal ini bapak wali kota Herman HN dalam rangka keterbukaan informasi publik. Bahwa Diskominfo tahun ini telah melaksanakan pemasangan jaringan fyber optic dilingkup sekretariat Kota Bandar Lampung," ujarnya beberapa hari lalu.

Selain itu, ditahun ini dilaksanakan tahap pertama ruang server atau data center, yang nantinya seluruh server di OPD masing-masing akan terintegrasi di Diskominfo.

"Jadi berdasarkan arahan pak wali kota dan pak sekda, nanti semua akan terkoneksi dan terintegrasi dinaungan Diskominfo. InsyaAllah ditahun 2020 juga, akan dibuatkan data center dan coment center," kata dia.

Dimana coment center itu akan menjadi pusat komando didalamnya dapat terpapar secara jelas apa saja kegiatan Pemerintahan mulai dari tingkat OPD sampai Kelurahan.

"Di coment center ini juga akan terdapat teleconferense sehingga dari OPD bisa berkoordinasi secara langsung dengan Kecamatan tanpa berbatas waktu bahkan sampai Kelurahan," jelasnya.

Selain itu, peningkatan pelayanan call center akan terakomodir dengan adanya program smart city ini. Karena selama ini call center yang ada belum terpusat seperti BPBD, ambulance gratis dan halo wali kota.

"Nah itu kita sudah buat perencanaan bahwa nantinya ketika coment dan call center jadi itu ssmua akan terkoneksi dan terintegrasi dalam Kominfo. Jadi mungkin cukup menekan telpon 112 atau mungkin nomor lain yang kita sediakan dan suatu layanan kepada masyarakat cukup 1 call center aja bisa terkoneksi dengan call center lain," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar