#METRO

SMA Negeri 1 Metro Keberatan Ganti Motor Siswa yang Hilang di Sekolah

( kata)
SMA Negeri 1 Metro Keberatan Ganti Motor Siswa yang Hilang di Sekolah
Mediasi antara pihak sekolah dan wali murid atas peristiwa pencurian motor di SMA Negeri 1 Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) – Kasus pencurian sepeda motor Honda Vario 125 BE-2307-EJ warna hitam di SMA Negeri 1 Metro pada Kamis, 26 Januari 2023 hingga kini belum menemukan titik terang. Meski mengakui ada keteledoran, namun pihak sekolah keberatan mengganti motor tersebut.

"Pada saat kejadian, saya sudah ketemu denga wali murid yang kehilangan motor. Pertama kami satukan persepsi dulu, bahwasanya kejadian ini adalah musibah. Kemudian, keesokan harinya pada Jumat, beliau datang lagi untuk mempertanyakan proses kelanjutan," kata Kepala SMA Negeri 1 Metro, M Kholid, Kamis, 02 Februari 2023.

Dia menyebut, pada Senin, 30 Januari datang juga pihak dari pemerintah atas permintaan wali murid untuk mengkomunikasikan musibah ini. "Senin kemarin dari Pemkot datang, dia menyampaikan bagaimana soal perkembangan kasus kehilangan motor tersebut," kata dia.

"Untuk masalah pertanggungjawaban bukan sekolah tidak mau tanggung jawab, kami sudah komunikasi dengan babin yang diteruskan ke Polsek Metro Timur dan anggota sudah turun untuk cek ke TKP," kata dia.

Dia menjelaskan, sejauh ini sekolah sudah memberikan fasilitas yang seharusnya tidak difasilitasi. Berupa menyediakan tempat parkir bagi para murid dan memasang kamera CCTV di lokasi parkir.

"Itu adalah upaya yang dilakukan sekolah untuk meminimalisir adanya kehilangan motor. Ini juga untuk memudahkan orang tua, yang selayaknya anak ini tidak membawa kendaraan sendiri karena dibawah umur," kata dia.

Selanjutnya, pihak sekolah merasa keberatan akan permintaan dari wali murid untuk mengganti motor yang sudah hilang. Meskipun, peristiwa tersebut merupakan kelalaian dari satuan pengamanan (satpam) yang teledor.

"Sumber dana sekolah itu ada dua, pertama dari dana operasional sekolah (BOS) dan komite. Dari situ, kami tidak ada pos anggaran untuk mengganti motor yang hilang," kata dia.

"Kalaupun ada itu harus disepakati oleh komite dan itu harus dirapatkan dalam forum besar. Jadi tidak sesimpel yang kita bayangkan," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, orang tua dari yang kehilangan motor, Agus Fadly Irawan mempertanyakan pertanggungjawaban pihak sekolah.

"Kejadian itu kan di sekolah. Bahkan, itu dari kelalaian satpam yang saat itu ditinggal makan siang. Nah, harusnya, kalau mau ditinggal kan ada yang menggantikan jaga. Bukan dibiarkan kosong," kata dia.

Dia menyebut, kelalaian fatal yang dilakukan tersebut bisa merugikan orang banyak jika prosedur penjagaan tidak diperbaiki oleh pihak sekolah.

"Maling itu akan melakukan aksi jika ada kesempatan. Maka, kalau dibiarkan kosong gitu nanti akan lebih banyak lagi motor yang hilang. Tolong lah, kerjasa manya," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar