#pendidikan

SMA Alquran Malahayati Siapkan Pemimpin Bangsa Hafiz Quran

( kata)
SMA Alquran Malahayati Siapkan Pemimpin Bangsa Hafiz Quran
Kunjungan Lampung Post di kantornya Komplek Perguruan Malahayati, Jalan Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa, 23 Agustus 2022. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemimpin bangsa ke depan diharapkan memiliki karakter dan dapat mengikuti perkembangan zaman dengan akhlak yang baik. Perlu dicetak generasi muda bangsa yang benar-benar siap dalam segala segi baik keilmuan, pengetahuan, dan akhlak.

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan SMA Alquran Malahayati, Marsal, mengatakan sekolah yang dikelolanya itu bertekad untuk mencetak generasi muda bangsa yang siap tantangan ke depan. Sehingga mereka benar-benar menyiapkan kurikulum hingga fasilitas terbaik bagi siswanya.

"Kami baru buka tahun ini dengan 15 santri dari 50 calon santri yang mendaftar. Seluruhnya diberi beasiswa penuh oleh yayasan, sampai selesai," kata Marsal saat menerima kunjungan Lampung Post di kantornya Komplek Perguruan Malahayati, Jalan Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa, 23 Agustus 2022.

Menurutnya, para siswa yang disebutnya santri itu hanya diminta hafal Alquran minimal 5 juz sebagai syarat masuk SMA. Dari 50 pendaftar itu, akhirnya terpilih 15 orang hasil seleksi ketat hafalan.

"Mereka hafal 15 Juz, kami yang akan membimbingnya menyelesaikan hafalan hingga 30 juz di sekolah ini," kata dia didampingi pengelola SMA Abdul Rahman.

Dia juga menyebutkan para siswa pun bakal diberikan beasiswa oleh pemilik Perguruan Malahayati Rusli Bintang saat diterima di perguruan tinggi nantinya. Mereka akan disalurkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mereka minati.

"Kalau mau kedokteran ya Universitas Malahayati punya, kalau mau jurusan lain akan didaftarkan termasuk ke sekolah ikatan dinas dan kepolisian dan ketentaraan," kata dia.

Sementara Abdul Rahman mengatakan, untuk mengaji dan menghafal Alquran, sekolah mendatangkan pengajar yang berkompeten. Misalnya ada mantan juri MTQ provinsi dan juga tingkat nasional.

"Termasuk saat mengujinya mereka ikut, dan calon siswa benar-benar diuji tentang hafal mereka dan bukan sekadar sertifikat hafalan," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar