#smassukmabangsalhokseumawe#lipi

Siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Raih Penghargaan LIPI

( kata)
Siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Raih Penghargaan LIPI
Siswa Sukma Bangsa Lhokseumawe Sabet Penghargaan LIPI. mediaindonesia.com


Jakarta (Lampost.co) -- Muhammad Haikal Algifari dan Ridzik Malky Daniel, siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh, meraih juara I pada ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Haikal dan Ridzik ikut mengirimkan karya pada bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan. Pemenang I akan mewakili Indonesia ke ajang internasional pada Regeneron International Science and Engineering Fair (ISEF) 2021.

Judul penelitian kedua siswa berbakat itu adalah "Evaluasi Model Kontruksi Facade Fotobioreaktor Chlorella Pyrenoidosa terhadap Mikrolimat Ruangan dan Daya Tumbuh Jamur Aspergillus Niger". Penelitian ini dibimbing peneliti perairan darat LIPI, Nofdianto.

Selain itu juga dibimbing guru Biologi SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Fauza Azima. Manfaat dari hasil penelitian ini untuk menghambat tumbuhnya jamur pada bangunan.

“Saat ini bangunan di dunia bahkan yang kita tempati merupakan salah satu penyumbang energi terbesar di dunia," kata Fauza.

Sehingga menarik perhatian tim untuk meneliti inovasi foto bioreaktor mikroalga sebagai fasad bangunan yang dapat menghasilkan energi dan meningkatkan kualitas udara suatu ruangan baik dari segi suhu dan kelembapan. 

"Dalam penelitian ini, kami juga menambah kebaruan pengamatan berupa aktivitas jamur berbahaya yang tumbuh di ruangan. Hasil pengamatan menunjukkan aplikasi fasad mikroalga ini dapat secara efektif menghambat daya tumbuh jamur tersebut," ujarnya.

Penelitian ini diharapkan mampu menambah peluang diterapkannya bangunan ramah lingkungan di Indonesia maupun di dunia. Haikal dan Ridzik telah melewati fase yang sangat panjang.

Mulai dari pengajuan proposal, yang saat itu tidak kurang dari 1.500 proposal yang masuk ke LIPI dari seluruh Indonesia. "Alhamdulillah menjadi salah satu dari 40 proposal yang lolos ke tahap terbimbing oleh peneliti LIPI," ujarnya.

Dari situ, selama sekitar enam bulan melakukan penelitian di Laboratorium Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Laboratorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, terpilih lagi menjadi finalis. Hingga pada akhirnya, pada acara penganugerahan Kompetisi Ilmiah LIPI yang dilaksanakan pada 19 November 2020, penelitian yang dilakukan siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe tersebut dinobatkan sebagai juara I tingkat nasional.

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Victor Yasadhana mengatakan salah satu tradisi sikap mental yang selalu dikembangkan di Sekolah Sukma Bangsa adalah menumbuhkan rasa ingin tahu. Rasa itu juga harus selalu beriringan dengan penghargaan terhadap logika rasional dan prinsip-prinsip berpikir ilmiah.

"Keberhasilan Tim Karya Ilmiah Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang mencapai puncak dalam LKIR Nasional ini adalah bukti sahih dan tak terbantahkan atas penguatan sikap mental ilmiah yang selama ini dibangun sekolah," katanya. 

Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Zubir menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah berkontribusi dalam penelitian ini. “Semoga ini menjadi amal jariah kita semua, untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar