#pembelajarantatapmuka#pendidikan#ptm

Siswa Butuh Adaptasi Ulang pada Awal PTM

( kata)
Siswa Butuh Adaptasi Ulang pada Awal PTM
PTM di SMAN 10 Bandar Lampung. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Setelah sekitar 1,5 tahun belajar secara daring dari rumah saat ini siswa mulai mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Momen tersebut dimanfaatkan para guru mengenal karakter peserta didiknya.

Seperti yang diungkapkan Natalia Juliana Surya, salah satu guru di SMAN 10 Bandar Lampung. Menurutnya, para siswa masih kaku dalam berinteraksi di kelas.

Hal itu membuat kegiatan belajar mengajar menjadi pasif. Guru harus lebih aktif berkomunikasi agar siswa tidak pasif.

"Anak-anak seperti lupa bagaimana belajar di kelas, giliran diam ya diam semua, untuk interaksi mereka masih agak ragu," ungkap guru mata pelajaran matematika itu, Jumat, 17 September 2021.

Menurutnya, memang perlu adaptasi ulang untuk kembali belajar tatap muka. Terlebih, saat ini semua harus memperhatikan protokol kesehatan meski sudah bertemu secara langsung. "Yang penting untuk pertama ini perkenalan dulu," ujarnya.

Namun, penyampaian materi secara langsung menjadi lebih maksimal dibandingkan pembelajaran online. Hal itu seperti yang dituturkan Vevi Lia Sari, yang juga guru di sekolah tersebut.

Menurutnya, keluhan siswa banyak di mata pelajaran pada jurusan MIPA khususnya matematika. Hal itu karena siswa tidak bisa bertanya langsung kepada guru. "Kalau hanya memberikan teori siswa bisa langsung mengerti," tuturnya.

Hal tersebut mendorong agar para pengajar lebih kreatif menyampaikan materi yang mudah dimengerti. Menurutnya, banyak siswa lebih senang dengan model pembelajaran tatap muka ketimbang daring. Saat belajar di sekolah murid bisa berinteraksi langsung kepada guru ketika bingung dan ingin bertanya. "Siswa itu kalau ketemu guru feel-nya dapet, langsung cepat nyambung," ujarnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar