#prilaku#korupsi#pengamat#beritalampung

Sistem Pilkada yang Membuat Kepala Daerah Jadi Korupsi

( kata)
Sistem Pilkada yang Membuat Kepala Daerah Jadi Korupsi
Pakar hukum Unila Edi Rifa'i. (Foto:dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pakar hukum Unila Edi Rifa'i berpendapat korupsi kasus Bupati Nonaktif Kabupaten Lampung Selatan, Zainudin Hasan lantaran pejabat ingin memulangkan uang yang telah dihabiskan diwaktu pencalonan sebelumnya.

Karena, kata Edi Rifai, biaya untuk terun ke politik mencalonkan diri sebagai kepala daerah bukanlah sedikit bahkan mencapai ratusan miliar rupiah. "Seperti yang sering saya sampaikan, yang salah itu adalah sistem, para pejabat untuk menjadi bupati itu butuh uang besar, setelah dia jadi dia mau memulangkan uang yang digunakan diwaktu pencalonannya dulu," katanya.

Edi menyebutkan yang banyak terjadi korupsi sebetulnya bukanlah bawahan melainkan atasan itu sendiri, dalam sosialisasi atau penyampaian atasan terhadap bawahannya cendrung bukan untuk tidak korupsi melainkan harus hati-hati supaya tidak terendus penegak hukum.

"Jadi banyak atasan yang mengatakan kepada bawahannya kalian harus hati-hati jangan korupsi, maksudnya mengingatkan jangan sampai ketahuan, pada umumnya korupsi itu berkaitan dengan atasan itu sendiri," kata Edi.

Febi Herumanika







Berita Terkait



Komentar