#Kejahatan#Perdagangan-Manusia#Bogor

Sindikat Perdagangan Manusia di Bogor Terbongkar

( kata)
Sindikat Perdagangan Manusia di Bogor Terbongkar
Empat pelaku TPPO ditahan polisi. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor (Lampost.co) -- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor berhasil membongkar praktek perdagangan manusia. Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini berkedok kawin kontrak untuk warga negara asing (WNA) di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

"Empat pelaku mucikari perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak untuk dijual kepada wisatawan asing asal Arab Saudi berhasil kami amankan di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua pada Jumat, 20 Desember 2019 lalu," ungkap Kapolres Bogor, AKBP Muhamad Joni, di Polres Bogor, Senin, 23 Desember 2019.

Empat pelaku mucikari berinisial ON, IM, BS dan K, dua diantaranya merupakan mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sempat bekerja di negara Timur Tengah. Joni mengatakan, dalam penangkapan tersebut, pihaknya menyita barang bukti berupa dua mobil, 11 gawai dan uang tunai Rp7 juta.

"Dengan keahlian berbahasa Arab, memudahkan pelaku untuk berkomunikasi terhadap wisatawan asing yang ingin melakukan kawin kontrak dengan warga Indonesia," ujar Joni.

Dia memerinci praktik TPPO berkedok kawin kontrak ini. Keempat pelaku mewajibkan mahar kawin kontrak berupa uang tunai yang telah ditentukan. Dengan mahar itu, durasi kawin kontrak telah disepakati antara mucikari, mempelai pria dan wanita.

"Untuk mempelai pria harus menyiapkan mahar kawin kontrak sebesar Rp7 juta dengan durasi kawin kontrak selama lima hari," beber Joni.

Selain menangkap empat pelaku, pihaknya juga menyelamatkan enam korban perdagangan manusia berinisial H, Y, W, SN dan MR.

"Keempat pelaku dijerat UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancama hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun," tutup Joni.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku, pihaknya mengapresiasi langkah Forkopimda Kabupaten Bogor dalam hal ini Polres Bogor yang bergerak cepat menindak praktek prostitusi terselubung dengan modus kawin kontrak di kawasan Puncak.

"Hasil dari kekompakan Forkopimda yang merespon kasus kawin kontrak di kawasan Puncak Bogor yang merupakan destinasi wisata. Kasus kawin kontrak sangat mencemarkan nama baik Kabupaten Bogor," tegas Ade di Polres Bogor, Jawa Barat, Senin, 22 Desember 2019.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar