#perdaganganmanusia#perlindungananak

Sindikat Perdagangan Anak di Tegal Berkedok Tempat Karaoke

( kata)
Sindikat Perdagangan Anak di Tegal Berkedok Tempat Karaoke
Perdagangan manusia. Ilustrasi


Semarang (Lampost.co) -- Polda Jawa Tengah mengungkap dugaan praktek human trafficking (perdagangan manusia) anak di bawah umur di Karaoke Pink, Kota Tegal. Tiga pegawai Karaoke Pink, ES, ST, dan SHN, ditangkap penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah pada pukul 23.00 WIB, Selasa, 7 September 2021.

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandani, mengatakan korban dugaan perdagangan anak di Karaoke Pink berjumlah tiga orang. Satu anak masih berusia 14 tahun, sementara dua anak berusia 17 tahun. "Anak ini dari luar kota. Rata-rata dari Jawa Barat," kata Djuhandani, Semarang, Jateng, Rabu, 8 September 2021.

Karaoke Pink berlokasi di Komplek Pasar Beras Mintaragan, Kota Tegal. Menurut Djuhandani, warga setempat mencurigai Karaoke Pink mempekerjakan anak-anak di bawah umur untuk menjadi penjaja seks. "Di Karaoke itu ada kamar. Jadi anak-anak bekerja di situ," ujar Djuhandani.

Polisi menyita barang bukti tagihan ruangan sebesar Rp3,6 juta dan uang booking order (BO) sebesar Rp1,5 juta. Djuhandani mengatakan tersangka ES, ST, dan SHN merekrut para korban dengan menawari pekerjaan.

"Tiga pelaku itu merupakan pekerja di tempat Karaoke Pink dan juga mencari anak-anak untuk dipekerjakan," jelasnya.

Saat ini Polisi sedang mengecek perizinan karaoke tersebut. Pihaknya sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap pelaku.

Polisi menjerat ES, ST, dan SHN dengan Pasal 76I jo Pasal 88 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 2 jo Pasal 17 UU nomor 21 tahun 2007 tentang perlindungan anak.

"Ancaman minimal 3 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara atau denda paling sedikit 120 juta dan paling banyak 600 juta," tegasnya.

 

 

 

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar