#beritalampung#investasi#kriminal

Sindikat Investasi Bodong Diungkap Polisi dengan Menyamar Jadi Member

( kata)
Sindikat Investasi Bodong Diungkap Polisi dengan Menyamar Jadi Member
Ilustrasi investasi bodong.


Bandar Lampung (Lampost.co): Polisi menyamar jadi member untuk mengungkap kasus dugaan investasi bodong pada PT Nestro Saka Wardhana yang merugikan member sebanyak Rp66 miliar.

Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin mengatakan awal mula terungkapnya investasi bodong tersebut dari laporan warga. Kemudian polisi melakukan patroli cyber hingga menyamar menjadi member investasi.

"Anggota ikutan main trading untuk buktikan investasi tersebut bodong atau tidak. Ditelusuri ternyata memang tidak benar (bodong)," ujarnya, Senin, 15 Agustus 2022.

Berita terkait: Rugikan Rp66 Miliar, Sindikat Investasi Bodong di Lampung Jerat 6 Tersangka

Dalam perkara tersebut sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya DW sebagai pendiri PT Nestro Saka Wardhana, HS sebagai Direktur Utama, DK sebagai Direktur Keuangan, RS sebagai Direktur Teknis, AS sebagai Direktur Operasional dan IS sebagai pengurus di luar struktur PT Nestro Saka Wardhana tersebut. Namun, para tersangka belum dilakukan penahanan.

Arie pun menjelaskan keenam tersangka itu tidak dilakukan penahanan. Karena dianggap mereka kooperatif dalam menjalani penyidikan dan penyelidikan. "Bisa jadi ada tersangka baru, tergantung hasil pemeriksaan lebih lanjut. Anggota terus mendalami kasus ini,"katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa peralatan kantor PT Nestro Saka Wardhana seperti komputer, ponsel, dan bukti member serta dua unit Jeep Willys yang terparkir di parkiran Direktorat Reserse Polda Lampung. "Itu barang bukti yang kita sita diduga diperoleh dari hasil investasi bodong robot trading itu," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Lampung telah menetapkan 6 tersangka terkait dugaan investasi bodong di PT Nestro Saka Wardhana dengan kerugian mencapai Rp 66 Miliar dari 620 korban.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar