#sim#pengemudi#tajuk

SIM untuk Pengemudi Pintar

( kata)
SIM untuk Pengemudi Pintar
Foto dok

SURAT izin mengemudi (SIM) menjadi salah satu persyaratan warga dapat mengendarai kendaraan bermotor. Tanpa izin yang menandakan kompetensi dalam mengemudi itu, idealnya setiap orang tidak boleh mengendarai kendaraan. Hal itu tertulis pada UU 22/2009 tentang Lalu Lintas.

Pada bab mengenai pengemudi, Pasal 77 menyebutkan syarat pengemudi adalah SIM. Pasal itu berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Sesuai dengan perkembangan zaman, kini SIM pun dibuat smart SIM alias SIM pintar. Surat izin itu nantinya akan merekam seluruh forensik pemegangnya dan terintegrasi dengan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). SIM model ini sebentar lagi dapat dirasakan warga Lampung, setelah diluncurkan resmi pada 22 September 2019

Dalam peluncuran bersamaan dengan Hari Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-64 itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung menyiapkan sekitar 30 ribu blangko smart SIM. Semuanya untuk seluruh jajaran polresta dan polres se-Lampung. Bila terjadi kekurangan, tambahan 10 ribu akan disiapkan.

Secara keseluruhan SIM jenis baru tersebut tidak memiliki banyak perubahan. Namun, bentuk kartu secara fisik memiliki tampilan baru dan terdapat beberapa fungsi tambahan pada smart SIM.

Smart SIM merekam identitas serta data forensik kepolisian. Korlantas telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait hal itu. Dengan adanya perekaman data dan identitas itu, Korlantas memastikan keamanan data-data pemilik smart SIM, jangan sampai bocor dan disalahgunakan.

Kartu SIM pintar tersebut juga dapat digunakan sebagai kartu uang elektronik. Para pemegang smart SIM dapat mengisi saldo kartu hingga maksimal Rp2 juta. Kartu dapat digunakan untuk membayar tol, berbelanja di minimarket, hingga membayar denda tilang.

Dengan adanya program baru smart SIM semacam ini, semestinya Polda Lampung bersama instansi terkait gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Baik sosialisasi secara langsung maupun sosialisasi melalui media lainnya. Sehingga masyarakat tidak lagi awam dan simpang siur informasi terkait pembuatan smart SIM.

Korlantas harus terbuka dan ringan memberikan informasi bagaimana tata cara pembuatan smart SIM. Mulai dari tata cara pemilik SIM lama dapat memiliki smart SIM dengan hanya menukarkan SIM atau hanya berlaku ketika melakukan perpanjangan SIM. Begitu pun dengan pendaftar baru.

Dengan sosialisasi, keterbukaan publik akan syarat dan tata cara migrasi SIM ke smart SIM baik pembuatan baru ataupun perpanjangan. Masyarakat tidak lagi menemui kesulitan dan hambatan, baik dalam alur registrasi maupun administrasi.

Selain itu, biaya pembuatan smart SIM pun terpampang jelas dan paten. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan masyarakat lebih besar dari biaya yang tertera pada tarif. Karena sudah jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku.

Sebab, smart SIM untuk membuat pintar penggunanya, bukan justru baru akan membuatnya malah sudah dibuat bodoh dengan membuat lebih. Belum lagi, segala yang smart menggunakan waktu yang lebih cepat. Bukan justru melambat akibat operatornya yang gagap pintar.

Tim Redaksi Lampung Post



Berita Terkait



Komentar