#sim#palsu#dipidana

SIM Palsu Dibanderol Rp50 Ribu

( kata)
SIM Palsu Dibanderol Rp50 Ribu
Kedua pelaku saat diperiksa di Mapolresta Bandar Lampung. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Mei Gunarto (37), dan Akhiruddin (35), warga Sukabumi, nekat membuat SIM Palsu. Keduanya pun diamankan oleh Satreskrim Polresta Bandar Lampung, pada Selasa, 22 September 2019 di kediamannya.

Informasi yang didapat, awalnya Satlantas menemukan adanya pengendara yang bernama Firmansyah (31) warga Pasir Gintung, Tanjungkarang pusat, yang terjaring operasi patuh Krakatau 2019. Ternyata Firmansyah menggunakan SIM palsu tersebut.

Kemudian informasi tersebut didalami oleh kepolisian. Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan Mei yang menjanjikan diberikan SIM ke Firmansyah, setelah membeli sepeda motor darinya Lantas, Mei meminta Akhiruddin untuk membuat SIM palsu tersebut.

"Informasi kita dapat dari Satlantas, dan kita amankan pembuat dan penyalur di kediamannya," ujarnya Selasa, 24 September 2019.

Hingga saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan, dan perkara tersebut masih dikembangkan.

"Pengakuan pelaku, sudah 3 bulan dia buat SIM palsu," katanya.

Sementara Akhiruddin mengatakan menjual SIM palsu tersebut Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, dengan keuntungan Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per keping. Caranya, dengan men-scan SIM asli, lalu mengganti identitas kemudian dicetak dan dan dilaminating agar kesannya asli secara kasat mata.

"Saya baru tiga bulan ini, bang awalnya iseng, total udah 5 SIM (palsu), saya buat,"katanya

Para pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara. (RUL

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar