silpapemkot

SILPA APBD Bandar Lampung 2019 Sebesar Rp14 Miliar

( kata)
SILPA APBD Bandar Lampung 2019 Sebesar Rp14 Miliar
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN pada acara rapat paripurna penyampaian raperda tentang Laporan Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2019, di aula rapat kantor DPRD setempat, Senin, 6 Juli 2020. Deta C

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SILPA pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung 2019 diketahui sebesar Rp14,27 Miliar. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dalam sambutannya pada acara rapat paripurna penyampaian raperda tentang Laporan Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2019, di aula rapat kantor DPRD setempat, Senin, 6 Juli 2020.

"Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp2,92 triliun lebih dapat tercapai sebesar Rp2,29 triliun lebih atau sebesar 78,35 persen. Belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,19 triliun lebih atau 78,07 persen dari anggaran sebesar Rp2,80 triliun lebih. Berdasarkan realisasi pendapatan, belanja serta pembiayaan, maka diperoleh SILPA tahun 2019 sebesar Rp14,27 miliar lebih," ungkap Herman HN. 

Dikatakan bahwa, posisi kas per 31 desember 2019 adalah sebesar Rp14,27 miliar itu terdiri dari saldo kas di Bank Lampung, saldo kas di bendahara pengeluaran, saldo kas di bendahara blud dan saldo kas di bendahara pengelola dana BOS. 

Dimana APBD tahun 2019 secara keseluruhan dianggarkan sebesar Rp980,69 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp627,29 miliar lebih atau tercapai 63,96 persen dari target yang ditetapkan.

"Kemudian anggaran belanja dan transfer pemerintah kota bandar lampung ditetapkan sebesar Rp2,80 triliun lebih, dari anggaran tersebut hingga 31 desember 2019 telah terealisasi sebesar 78,07 persen atau sebesar Rp2,18 triliun lebih," jelasnya. 

Terakhir Wali Kota Herman HN dalam sambutannya mengatakan, berpedoman pada peraturan daerah kota bandar lampung nomor 07 tahun 2018 tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019.

"Anggaran penerimaan pembiayaan sebesar Rp8,80 miliar lebih terealisasi 100 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp131,5 miliar, terealisasi sebesar Rp98,52 miliar lebih atau 74,92 persen," pungkasnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar