#antiasing#pertumbuhan#nasional

Sikap Anti-Asing tidak Kompatibel Dongkark Pertumbuhan Ekonomi

( kata)
Sikap Anti-Asing tidak Kompatibel Dongkark Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi (Google image)


JAKARTA (Lampost.co)--Dosen Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Denni Puspa Purbasari meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melesat lebih tinggi lagi. Asalkan pemerintah terus membenahi infrastruktur, SDM, dan kualitas institusi, baik itu regulasi maupun iklim berusaha/investasi.

"Sejurus dengan itu daya beli masyarakat dijaga dengan tetap menjaga inflasi rendah di kisaran 3% dan memastikan adanya perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu," ujarnya, Jumat (12/4/2019).

Menurut Denni, investasi membutuhkan pembiayaan. Karena tabungan domestik terbatas, maka mau tidak mau Indonesia perlu modal asing, baik portfolio maupun FDI atau investasi asing langsung  (PMA). "Sikap anti asing jelas tidak akan kompatibel dengan keinginan untuk tumbuh tinggi," tegasnya.
Ia percaya meski IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global, tidak akan berpengaruh banyak bagi perekonomian dalam negeri. 
Pemerintah, kata dia,  mengasumsikan pertumbuhan ekonomi dalam APBN 4,3%. Dengan perlambatan ekonomi global diperkirakan antara 4,2-4,3%. "Permintaan domestik kuat didorong oleh konsumsi dan investasi. Konsumsi naik krn selain inflasi rendah juga ada kenaikan gaji pokok, pensiun pokok, THR bagi pegawai aktif, THR bagi pensiunan dan gaji ke-13. Total 30 triliun lebih," ujarnya.
 

Rilis TKN







Berita Terkait



Komentar