#bentrokregister45#bentrokmesuji#beritamesuji#persidangan

Sidang Vonis Bentrok Register 45 Diwarnai Isak Tangis

( kata)
Sidang Vonis Bentrok Register 45 Diwarnai Isak Tangis
Suasana persidangan kasus bentrok Register 45. Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co): Tiga terdakwa kasus bentrok di Register 45 yang menyebabkan korban meninggal dunia divonis hukuman 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis 19 Maret 2020. Ketiganya yakni Sunaryo alias Wahyudi, Rojiman, dan Ahmad Syaifuddin.

Selain tiga terdakwa, hakim juga memvonis bersalah terhadap satu terdakwa lainya atas nama Sumarlan dengan pidana penjara selama 7 tahun. Mendengar putusan itu keluarga korban yang datang ke persidangan meneteskan air mata.

Hakim Ketua Hasmy mengatakan tiga terdakwa yakni Sunaryo, Rojiman, dan Ahmad Syaifuddin terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan yang menyebabkan orang luka-luka dan meninggal dunia.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun dan menyatakan ketiganya tetap ditahan," kata Hakim Hasmy.

Sementara itu terhadap terdakwa Sumarlan, Hasmy menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam tindakan kekerasan yang menyebabkan orang terluka.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan menyatakan terdakwa tetap ditahan," ujar Hasmy.

Menurut hakim, pertimbangan yang meringankan yakni keempat terdakwa selama mengikuti persidangan bersikap sopan, belum pernah dihukum, mengakui semua perbuatannya, dan sebagai tulang punggung keluarga. Sementara yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah menyebabkan orang meninggal dunia. Perbuatan terdakwa membuat hubungan antara Desa Mekarjaya dan Mesuji Raya terganggu.

Atas putusan itu, Jaksa dan keempat terdakwa menyatakan pikir-pikir. Meski demikan, para terdakwa tak bisa menutupi kesedihan atas putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim.

Beberapa kali keempat terdakwa menutupi kesedihannya dengan mengusap air mata. Pihak keluarga pun mendengar putusan tak kuasa menahan tangisnya. Saat keempat terdakwa hendak keluar ruang persidangan keluarga berusaha menyambut. Namun, keluarga tak bisa menghampiri terdakwa, lantaran keempat terdakwa langsung dibawa ke mobil tahanan yang dikawal oleh polisi bersenjata lengkap.

Ahmad Kurniadi selaku penasehat hukum dari PBH Peradi Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengatakan keempat terdakwa menyatakan pikir-pikir karena dakwaan JPU dianggap mengambang.

"Kami menolak semua tuntuan jaksa karena ini kejadian massa. Belum tentu pelakunya mereka, dan belum ada saksi yang menyebutkan mereka adalah pelaku utama. Saksi hanya menerka-nerka," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar