#sidang#online

Sidang Suap Fee Proyek Lampura Digelar Secara Online

( kata)
Sidang Suap <i>Fee</i> Proyek Lampura Digelar Secara Online
Sidang fee proyek Lampura dilakukan secara online. Lampost.co/Zainuddin

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang dugaan suap fee proyek di Dinas PUPR Lampung Utara dengan terdakwa bupati non aktif Agung Ilmu Mangkunegara, Raden Syahril, Syahbudin, dan Wan Hendri digelar secara online (video teleconference) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Senin 30 Maret 2020.

Pengadilan Tipikor Tanjungkarang bahkan di Provinsi Lampung pertama kali menggelar sidang secara online. Ruang persidangan yang biasanya ramai dengan pengunjung hari ini terlihat sepi.

Para terdakwa dan saksi pun tidak ada di ruangan tersebut. Hanya ada majelis hakim, jaksa dan penasehat hukum.

Terdakwa diketahui berada dalam rumah tahanan negara, sementara saksi-saksi yang dihadirkan hari ini ditempatkan di ruangan bersebelahan dengan ruang utama persidangan.

Jaksa dan majelis hakim mendengar serta bertanya kepada para saksi dan memantau terdakwa melalui layar besar yang terpasang ditengah ruang persidangan.

"Pelaksanaan sidang secara online ini dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Oleh karena itu, kami bagi menjadi dua untuk di pengadilan sedangkan terdakwa di Lapas dan Rutan," kata Humas Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Hendri Irawan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho mengatakan, walaupun sidang tidak menghadirkan para terdakwa namun para saksi tetap dihadirkan tetapi ruangannya terpisah. “Ya untuk saksi tetap sudah kita panggil dan hadirkan saat ini,” kata dia.

Enam saksi yang dihadirkan tersebut di antaranya BPKD Lampung Utata, Desyadi, Junaidi Utama keponakan dari terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara, Samsir sebagai mantan Sekda Lampung Utara, Abdul Rahman, Dede Bastina, dan Septo Sugiarto sebagai kontraktor.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar