#sidang#suap#mustafa#ditunda#beritalampung

Sidang Putusan Mustafa Ditunda 

( kata)
Sidang Putusan Mustafa Ditunda 
Sidang putusan Bupati Nonakatif Lampung Tengah Mustafa ditunda hingga pekan depan. (Foto:Lampost/Hesma)

JAKARTA (Lampost.co)--Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus suap DPRD Lamteng, Bupati Nonaktif Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa yang sedianya digelar Kamis (19/7/2018) ditunda hingga Senin 23 Juli 2018.
Penundaan disampaikan Ketua Majelis Hakim Ni Made Suadana dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/7/2018) malam.
Menurut Ni Made penundaan dilakukan karena musyawarah majelis hakim dalam membuat keputusan belum menemukan titik temu. Selain itu, salah satu hakim memiliki halangan. 
"Karena itu kami minta maaf...sidang putusan ditunda. Kalau musyawarah belum tuntas, hasilnya gak plong," kata Ni Made.
Sementara itu terdakwa Mustafa mengatakan mengikuti saja apa yang diputuskan hakim.
Sidang kali ini dipenuhi lebih banyak pengunjung dibanding sidang- sidang sebelumnya. Pengunjung tak hanya memenuhi hampir seluruh sudut ruangan, namun juga membludak hingga ke luar ruangan.
Masyrakat yang hadir juga beragam mulai daei pengurus DPD Wilayah Nasrun Lampung, Lamteng, dan Metro hingga kalangan pesantren dan pemuda. Sebagian datang menggunakan bus, sebagian lagi naik pesawat.
"Saya dan teman sengaja datang untuk memberikan support moral pada pak Mustafa. Beliau orang baik," kata Hendro Budi, Sekretaris DPD NasDem Metro. Mereka tiba di Jakarta sejak pagi dan menunggu sidang hingga usai maghrib.
Mustafa mengaku sangat terharu dengan banyaknya dukungan moril dari masyarakat yang datang. "Saya terharu dan berterima kasih pada mayarakat yang sudah hadir. Padahal sebelumnya saya sudah minta gak usah datang karena merepotkan tapi mereka tetap datang. Saya benar - benar terharu," katanya.
Sebagian pengunjung mengucapkan takbir ketika hakim mengetuk palu.  Sebagian memilih tersangka baik. "Artinya diberi panjang waktu untuk berdoa," kata Eva, warga masyarakat Bandar Lampung. 
Anggota Kuasa hukum Mustafa, Arsya Rizky Wicaksono dan Elga Karina Subiyakto menanggapi positif penundaan. 
"Biar para hakim lebih banyak waktu berpikir dan bermusyawarah. Karena masalah ini kan sangat kompleks," kata Elga. 

Hesma Eryani



Berita Terkait



Komentar