#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Sidang PK Alay Digelar Pekan Ini

( kata)
Sidang PK Alay Digelar Pekan Ini
Salah satu aset milik Alay yang disita KPK. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sugiarto Wiharjo alias Alay, terpidana korupsi APBD Lampung Timur, mengajukan permohonan kembali (PK) atas vonis 18 tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp106,8 miliar. PK Tersebut didaftarkan pada 27 Juli 2021, sementara sidang PK dijadwalkan pada 5 Agustus 2021.

Pengajuan tersebut berdasarkan Nomor Perkara 22/Pid.TPK./2011/PN.Tjk,  terhadap putusan Mahkamah Agung RI pada 21 Mei 2014, dan putusan Pengadilan Tinggi Tanjungkarang pada 8 Januari 2013, serta atas putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada 24 September 2012.

"Iya, benar sudah didaftarkan PK. Persidangannya dijadwalkan digelar Kamis, 5 Agustus 2021," ujar Humas PN Tanjungkarang, Hendri Irawan, di ruang kerja, Senin, 2 Agustus 2021.

Sementara Kuasa Hukum Alay, Sujarwo, belum memberikan tanggapan atas pengajuan PK.

"Sebentar, nanti saya cek," katanya.

Baca juga :Tim Pemburu Harta Satono dan Alay Terdahulu Dirombak

Diberitakan sebelumnya, Sujarwo memberikan tanggapan soal asset pergudangan yang disebut milik Alay, dan memiliki nilai taksiran hingga Rp194 milar. Aset tersebut diharapkan bisa melunasi uang pengganti. Menurutnya, aset tersebut telah diserahkan ke Kejari Bandar Lampung, dan menunggu pelelangan, agar bisa mengembalikan kerugian negara.

"Kalau sudah dikembalikan, kan selesai, kami tunggu pelelangan," katanya.

Sebelum peristiwa tersebut, Alay memiliki hutang piutang dengan berbagai pihak. Sujarwo berusaha merecovery aset tersebut. Sebagian aset yang dimiliki pihak lain, ternyata ada juga hak kepemilikan Alay bersama pihak perbankan yang nilainya Rp194 miliar, meski tak mutlak milik punya Alay.

"Kalau itu dilelang untuk kerugian negara, sepertinya signifikan (melunasi). Kalau dipotong dengan milik bank setidaknya masih cukup untuk membayar Rp95 miliar itu," paparnya.

Baca juga :Jaksa Bakal Blokir Seluruh Aset Milik Alay

Sementara, Kajari Bandar Lampung, Abdullah Denny Noer, mengatakan, pihaknya sementara baru memblokir aset tersebut di Badan Pertahanan Nasional(BPN). Karena aset tersebut bukan sepenuhnya milik Alay.

"Kalau sudah diblokir, kalau mereka (Pihak Bank) melelang, tidak bisa segera membaliknamakan, kecuali ada izin dari kejaksaan," ujar Kajari Bandar Lampung.

Menurutnya, salah satu bank itu berencana melelang. Jika sudah terjual, nilai yang menjadi hak Alay, maka akan dibayarkan sebagai uang pengganti.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar