#Sidang#DiksarMaut

Sidang Perdana Diksar Maut Molor

( kata)
Sidang Perdana Diksar Maut Molor
Sidang perdana diksar maut. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) -- Sidang perdana kasus diksar maut UKM Cakrawala Fisip Universitas Lampung (Unila), yang awalnya dijadwalkan pukul 13.00 molor hingga pukul 15.30 WIB. Sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Gedongtataan dibagi menjadi tahap.

Sidang pertama dipimpin oleh Hakim Ketua Rio D didampingi dua hakim anggota Tommy Febriansyah Putra dan Vita Deliana, serta panitera pengganti Engli Thirta Satria, dan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dengan tujuh orang terdakwa, yakni MKP, EFOS, SA, MRA, ZR, BY dan FDV dengan nomor perkara 13/Pie.B/2020/PN Gdt.

Dalam agenda sidang perdana tersebut Jaksa Penuntut Umum mendakwa para terdakwa dengan dakwaan primer sebagaimana diatur dalam Pasal 170 Ayat (2) ke 3 KUHP, subsidair Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUHP, subsider Pasal 172 (2) ke 1 KUHP. Atau, Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP subsider pasal 351 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan pasal 80 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian sidang kedua dilanjutkan dengan tujuh terdakwa lagi, ARY, HU, SC, AP, HM, ZBJ dan FA dengan perkara nomor 11/Pid.B/2020/PN Gdt. Mereka didakwa dengan Pasal 170 Ayat (2) ke 3 KUHP subsider Pasal 170 Ayat (2) ke 2 KUHP, lebih subsider Pasal 170 Ayat (2) ke 1 KUHP. Kemudian Pasal 351 Ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, lebih subsider Pasal 351 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Kemudian Pasal 80 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sidang berikutnya dengan terdakwa KDA dan MKS dengan Nomor perkara 10/Pid.B/2020/PN Gdt. Mereka didakwa dengan Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP Jo Pasal 56 ke 2 KUHP subsider Pasal 170 Ayat (2) ke 2 KUHP Jo Pasal 56 ke 2 KUHP, lebih subsidair Pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP Jo Pasal 56 ke 2 KUHP. Atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 ke 2 KUHP subsidair Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 56 ke 2 lebih subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke 2 KUHP dan Pasal 80 Jo Pasal 76 C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 56 ke 2 KUHP.

Dalam persidangan terakhir mendatangkan terdakwa MBR dengan nomor perkara 12/Pos.B/2020/PN Gdt. MBR didakwa dengan Pasal 170 Ayat (2) ke 3 KUHP subsider Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUHP lebih subsider, Pasal 170 Ayat (2) ke 1 KUHP, atau pasal 351 ayat (3) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Subsidair Pasal 351 ayat (2) Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP, lebih subsider Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 80 Ayat (1) UU RI No 34 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam menjalani sidang ke 17 terdakwa didampingi oleh kuasa hukum masing-masing, yang mana dari 17 terdakwa ada empat tim penasihat hukum dalam perkara tersebut.

Atas persidangan tersebut Ketua Majelis Hakim Rio D memutuskan untuk melanjutkan persidangan Kamis, 13 Februari 2020 dengan agenda eksepsi atau penyampaian keberatan dari terdakwa atas dakwaan tersebut.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar