#mafiaminyak#minyakgoreng

Sidang Mafia Minyak Goreng Ditunda Empat Terlapor Tak Hadir

( kata)
Sidang Mafia Minyak Goreng Ditunda Empat Terlapor Tak Hadir
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan atas perkara dugaan pelanggaran penjualan minyak goreng kemasan di Kantor Pusat KPPU Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2022. Dok KPPU


Bandar Lampung (Lampost.co) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan atas perkara dugaan pelanggaran penjualan minyak goreng kemasan di Kantor Pusat KPPU Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2022.

Namun, proses pengadilan itu ditunda hingga 20 Oktober 2022 karena empat dari 27 terlapor tidak hadir.

Keempat terlapor itu adalah terlapor I (PT Asianagro Agungjaya), terlapor XVII (PT Primus Sanus Cooking Oil Industrial), terlapor XX (PT Budi Nabati Perkasa), dan terlapor XXI (PT Tunas Baru Lampung, Tbk).

Kepala panitera, Akhmad Muhari, mengatakan agenda sidang pemeriksaan pendahuluan pertama berupa pembacaan atau penyampaian laporan dugaan pelanggaran (LDP) dari investigator penuntutan KPPU.

“LDP itu antara lain berisi identitas, ketentuan yang dilanggar, alat bukti, dan analisis pembuktian unsur pasal yang diduga dilanggar,” kata Muhari, Selasa, 18 Oktober 2022.

Dengan ketidakhadiran terlapor, pihaknya akan memanggil kembali hingga dua kali sebelum menyatakan pemeriksaan pendahuluan dimulai.

“Jika terlapor tetap tidak hadir walaupun telah dipanggil secara patut, maka sidang diteruskan tanpa kehadiran para terlapor,” kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar