#korupsi

Sidang Korupsi Proyek Jembatan Way Batu Pesibar Digelar Pekan Ini

( kata)
Sidang Korupsi Proyek Jembatan Way Batu Pesibar Digelar Pekan Ini
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Way Batu Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dengan terdakwa pengusaha bernama Aria Lukita (44) segera menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Kota Bandar Lampung. Perkara dengan Nomor 20/Pid.sus-TPK/2022/PN Tjk itu didaftarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat (Lambar), Mart Mahendra Sebayang.

"Benar sudah didaftarkan dan segera menjalani sidang pekan ini," ujar Humas PN Kelas IA Tanjungkarang, Hendri Irawan, Senin, 5 September 2022.

Hendri mengatkan, sidang perdana dengan materi pembacaan dakwaan bakal dilangsungkan pada Kamia, 8 September 2022.

"Sidang Kamis ini," kata Hendri.

Baca: Kontraktor Proyek Jembatan Way Batu Pesisir Barat Ditahan

 

Aria yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Pesibar itu bakal didakwa Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 3  jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejari Lambar menahan Aria Lukita sejak Agustus 2022 lalu.

Kasi Intelijen Kejari Lambar, Zenericho mengatakan, proses pemeriksaan dugaan korupsi dana pekerjaan peningkatan Jembatan Way Batu di Pesibar itu telah memasuki tahap II. Dalam tahapan ini, yaitu tim penyidik telah menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada JPU.

"Hari ini tersangka Aria Lukita berikut barang buktinya telah dilimpahkan ke tim penuntut umum dan tersangka juga langsung ditahan," kata dia.

Setelah berkas perkara dan tersangka bersama barang bukti itu diserahkan oleh tim penyidik kepada jaksa penuntut umum untuk diproses lebih lanjut.

"Setelah dilakukan penyerahan/tahap II kepada JPU itu, sekitar pukul 14.30 WIB tersangka langsung dibawah oleh tim Kejari Lambar ke Krui untuk didititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Krui Klas IIb," kata Zenericho.

Adapun modus operandi yang dilakukan Aria Lukita Budiman dalam melancarkan aksi tindak pidana korupsinya adalah dengan meminjam CV ES untuk mengikuti tender. Kemudian ia membuka rekening perusahaan dengan tujuan agar setiap pencairan pekerjaan bisa dilakukan melalui staf.

Setelah itu ia memerintahkan pekerjanya untuk menandatangani seluruh berkas mulai dari surat perjanjian kontrak dan seluruh dokumen termasuk proses pencairan atas nama CV ES. 

Setelah pekerjaan itu dilaksanakan, ia kemudian melaporkannya dengan cara membuat berita acara bahwa seluruh pekerjaan peningkatan jalan/jembatan Way Batu itu sudah dilaksanakan 100% sehingga terjadilah serah terima hasil pekerjaan yang diiringi dengan pencairan dana.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lapangan oleh tim dan ahli teknik dari Fakultas Unila didapati bahwa ada item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, yaitu terdapat kekurangan volume pekerjaan. Kekurangan volume pekerjaan itu terdapat pada lataston lapis fondasi, lapis fondasi agregat kelas A, kelas B, dan beton K-350 setruktur bangunan atas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim ahli teknik tersebut lalu dilakukan audit perhitungan untuk menentukan besaran kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung pada 28 Desember 2021. Hasil audit dari BPKP menyimpulkan bahwa terdapat kerugian negara sebesar Rp339 juta.

Sementara satu tersangka lainya, yaitu A yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PU, Pertambangan, dan Energi Pesibar selaku pihak yang menandatangani surat perjanjian kontrak terhadap pekerjaan pembangunan Jembatan Way Batu senilai Rp1,294 miliar dari pagu anggaran Rp1,302 miliar itu, tidak memenuhi panggilan.

"Tersangka A ini telah dipanggil hari ini juga untuk dilakukan pelimpahan (tahap II) tetapi yang bersangkutan tidak datang. Karena itu, secepatnya akan dipanggil lagi," kata dia. 

Peran tersangka A dalam perkara ini adalah memenangkan proses tender CV ES. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar