#sidangkorupsi#mustafa

Nama Petinggi PKB Terseret Kasus Mustafa

( kata)
Nama Petinggi PKB Terseret Kasus Mustafa
Para saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi atas terdakwa Mustafa di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 4 Maret 2021. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) – Sejumlah petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut dalam sidang lanjutan kasus suap pengadaan barang dan jasa dengan terdakwa mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi berlangsung di Pengadilan Tipkor Tanjungkarang, Kamis, 4 Maret 2021.

Persidangan menghadirkan enam saksi, yaitu Wakil Gubernur Lampung yang juga merangkap sebagai Ketua DPW PKB Chusnunia `Nunik` Chalim; Erwin Musalim, anggota Brimob Polda Lampung yang menjadi ajudan Mustafa; anggota DPRD Lampung dari Fraksi Partai Demokrat Midi Ismanto; Khaidir Bujung, anggota DPRD Lampung Fraksi PKB periode 2014-2018; dan Musa Zainuddin, anggota  Komisi V DPR dari Fraksi PKB. Musa memberikan kesaksian secara virtual dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Jaksa sedianya juga menghadirkan dua saksi lain: Geovani, mantan Wakil Ketua DPW NasDem Lampung, dan Ketua DPD Gerindra Gunadi Ibrahim.Tapi, keduanya mangkir.

Midi Ismanto, saat bersaksi, mengaku sempat menyimpan dana `pelicin` dari Mustafa sebesar Rp18 miliar. Belakangan dana hanya terpakai Rp4 miliar sebagai kompensasi agar rekomendasi partai diberikan kepada Mustafa.

"Kami pulangkan Rp14 miliar. Sisanya terpakai untuk ketua-ketua DPC PKB se-Lampung dan Ketua Dewan Suro DPC PKB serta pengurus lainnya," kata Midi Ismanto.

Midi Ismanto merinci, Nunik mendapat `jatah` Rp1 miliar. Staf Musa Zainudin dan Muntaqin kebagian Rp1 miliar. "Total Rp3,7 miliar, tidak sampai Rp4 miliar," terang Midi Ismanto.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar