#persidangan#korupsi#beritapesawaran

Sidang Kasus Korupsi RSUD Pesawaran Hadirkan 11 Saksi

( kata)
Sidang Kasus Korupsi RSUD Pesawaran Hadirkan 11 Saksi
Sebelas saksi dihadirkan dalam sidang kasus korupsi pembangunan RSUD Pesawaran. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Persidangan kasus korupsi pembangunan lantai II dan lantai III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Kamis, 12 Maret 2020, menghadirkan 11 saksi.

Dwi Aji selaku sekretaris kelompok kerja (Pokja) salah satu saksi yang dihadirkan mengatakan telah menerima uang Rp10 juta dari terdakwa Taufik selaku kontraktor PT Asri Faris Jaya.

Aji mengungkapkan uang yang ia terima dibagi-bagi Rp 2,5 juta untuk ketua Pokja Ardi, dirinya Rp2,5 juta, Rp1 juta diberikan kepada Anton yang membantu Aji, sisanya digunakan untuk makan-makan.

Aji dan Ardi saat ditanya Majelis Hakim, apakah dirinya tahu kalau uang yang diberikan terdakwa Taufik tersebut guna memuluskan PT Asri Faris Jaya selaku kontraktor memenangkan tender.

Aji menjawab tidak tahu sama sekali karena yang bersangkutan tidak bicara apapun.

Berita terkait:

Tiga Terdakwa Korupsi RSUD Pesawaran Jalani Sidang Dakwaan

Dalam keterangan awal, terdakwa Raden Intan selaku pejabat pembuat komitmen dan juga ASN Dinas Kesehatan Pesawaran menghubungi via WhatsApp untuk memenangkan tender kepada PT Asri Faris Jaya selaku kontraktor, CV Bangun Jaya sebagai konsultan.

Korupsi pada pembangunan gedung rawat inap, lantai II, dan lantai III, dengan nilai pagu anggaran Rp33,81 miliar, dengan lelang yang sudah dikondisikan sebelumnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar