#korupsi#pengadilan

Sidang Jual Beli Proyek di Dinas Bina Marga Lampung Ditunda

( kata)
Sidang Jual Beli Proyek di Dinas Bina Marga Lampung Ditunda
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang kasus penipuan dengan modus jual beli proyek fiktif di Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, dengan terdakwa ASN Pemprov Lampung, Nurbuana, yang merupakan eks Sekretaris BMBK, ditunda pada Senin, 14 Februari 2022.

Awalnya Ketua Majelis Hakim Efiyanto memimpin jalannya beberapa sidang pidana umum secara daring. Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moh. Rifani Agustam tidak hadir di persidangan, dan tidak menghadirkan terdakwa Nurbuana secara daring.

"Sidang ditunda, jaksa tidak hadir," ujar Majelis Hakim Efiyanto.

Direncanakan sejumlah saksi bakal dihadirkan di persidangan di antaranya yakni Juprius selaku pengusaha, yang dituding Hasrul dan Nurbuana mendapat uang dari jual beli proyek. Dalam persidangan dengan terdakwa sebelumnya Hasrul, Juprius membantah tudingan tersebut.

"Ia ada nama Juprius, untuk saksi nanti," katanya.

Dalam perkara ini, Hasrul dan Nurbuana disebut menggelapkan uang milik Dafriansyah Rp684 juta. Dafriansyah ditipu, karena disebutkan akan mendapatkan proyek dengan yang disebut milik pengusaha bernama Juprius dengan pagu anggaran Rp37 miliar.

Rinciannya pembangunan Ruas Jalan yang terletak di Padang Cermin Teluk Kiluan senilai Rp22.827.587.995.
Pembangunan Ruas Jalan di Kali Rejo Pringsewu senilai Rp5.726.072.921.

Kemudian pembangunan Ruas Jalan di Daya Murni Gunung Batin Rp5.583.815.095. Selanjutnya pemeliharaan Ruas Jalan di Jabung Simpang Labuhan Maringgai Rp2.020.852.408, dan teakhir pemeliharaan Ruas Jalan di Metro Tanjung Kari Rp1.010.426.244. Proyek tersebut bakal dikerjakan pada tahun 2020.

Namun usai menyerahkan uang Rp684 juta, korban tak kunjung mendapatkan proyek tersebut.

Nurbuana didakwa Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar